Satlantas Janji Upayakan Santunan untuk Keluarga Korban Tabrak Lari

Sabtu, 16 Maret 2013 | 11:09 WIB
Tarsam, warga Desa Dadapmulyo Kecamatan Sarang, diduga menjadi korban tabrak lari

Warga Desa Dadapmulyo, Sarang, diduga menjadi korban tabrak lari.

SARANG, MataAirRadio.net – Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di tepi jalan jalur pantura, masuk wilayah Desa Kalipang Kecamatan Sarang, Sabtu (16/3) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban yang kemudian diketahui bernama Tarsam, warga Desa Dadapmulyo Kecamatan Sarang, diduga menjadi korban tabrak lari. Namun tidak ada saksi mata yang bisa mengungkap kendaraan jenis apa yang menabrak pria berusia 55 tahun tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Sugino yang dihubungi reporter MataAir Radio juga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengungkap kasus tabrak lari tersebut lantaran minimnya saksi di sekitar tempat kejadian.

Masyarakat yang menginformasikan kejadian tabrak lari itu hanya bisa mengungkapkan kepada polisi bahwa korban ditemukan tergeletak bersimbah darah dan sudah tak lagi bernyawa.

Ke depan, Kasatlantas berharap, masyarakat akan lebih peduli dengan kasus semacam ini, dengan cara segera menghubungi polisi dan menginformasikan minimal ciri-ciri kendaraan untuk dilakukan upaya pengejaran.

Pada kasus tabrak lari sebagaimana yang menimpa Tarsam, Ajun Komisaris Polisi Sugino menyebutkan, korban dimungkinkan mendapat santunan dari pihak Jasa Raharja. Karena itu pihaknya akan berupaya membantu keluarga korban untuk mengakses klaim santunan.

Menurut ketentuan, korban tabrak lari bisa mendapatkan santunan hingga Rp25 juta. Sementara itu, meski saksi yang bisa menjelaskan identitas pelaku nyaris tidak ada, namun Kasatlantas memastikan, Tarsam tewas akibat tabrak lari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MataAir Radio, Tarsam sehari-hari merupakan petani dan nelayan. Ia adalah seorang bapak dari tiga orang anak. Jenazah Tarsam dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat pada Sabtu (16/3) siang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan