Gampang Ditemukan Tewas di SD Pangkalan

Senin, 21 Januari 2013 | 17:37 WIB
Jenazah Gampang saat akan dikubur.

Jenazah Gampang saat akan dimakamkan.

SLUKE – MataAirRadio.net, Seorang lelaki tua berusia sekitar 70 tahun ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di sebuah ruang kelas di SD Negeri Pangkalan Kecamatan Sluke, Senin (21/1) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio, korban diketahui bernama Gampang (70), warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang.

Awalnya, seorang penjaga SD Negeri Pangkalan bernama Munaji hendak membersihkan lingkungan sekolah sebagaimana biasanya pagi itu. Namun, ia dikejutkan dengan sesosok laki-laki yang sudah terbujur kaku tak bernyawa di lantai ruang kelas IV. Munaji pun segera melapor ke aparat desa setempat. Suasana Desa Pangkalan, pagi itu seketika menjadi gempar.

Namun di balik kerumunan warga, seorang warga bernama Dartini (40) menyatakan bahwa lelaki tua itu adalah ayahnya yang selama ini tinggal bersama seorang anaknya dari istri keduanya di Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang.

Dartini mengaku tidak tahu pasti penyebab ayahnya meninggal dunia. Hanya menurut Dartini, ayahnya selalu tinggal berpindah-pindah dari rumah anaknya yang satu ke anak yang lain, semenjak sepuluh tahun yang lalu ditinggalkan istri keduanya bernama Sari bekerja di Papua.

Dartini menyebutkan, dirinya dan adiknya, Srini, adalah anak dari Gampang dengan ibunya, Wiji yang telah meninggal beberapa tahun lalu. Gampang diketahui beberapa kali tinggal di rumah Dartini, di Desa Pangkalan Kecamatan Sluke, tak jauh dari SD tempat ditemukannya korban.

Sementara dari istri keduanya di Pasarbanggi Kecamatan Rembang, Gampang dikaruniai lima orang anak, masing-masing Sutadi, Sidik, Tiari, Rufiah, dan Fina. Terakhir kali, sebelum kejadian itu, Gampang tinggal bersama Tiari, anak ketiga dari istri keduanya.

Aparat dari Polsek Sluke langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun dari olah TKP tersebut, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Akhirnya, jenazah Gampang diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan