Tersenggol Nusantara, Perawat Terjatuh Hingga Tewas

Wednesday, 3 February 2016 | 21:45 WIB

Irda Natalinda (23) warga Desa Kerep Kecamatan Sulang yang juga tercatat sebagai perawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang dirawat di IGD rumah sakit daerah setempat, Rabu (3/2/2016) sore. (Foto: Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Seorang perawat terjatuh dari sepeda motor hingga tewas setelah tersenggol bus PO Nusantara di Jalan Rembang-Blora, masuk wilayah Desa Kemadu Kecamatan Sulang, Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban bernama Herawati (22) warga Desa Kauman Kecamatan Juwana-Pati. Korban membonceng temannya Irda Natalinda (23) warga Desa Kerep Kecamatan Sulang dengan menunggang sepeda motor jenis Honda Beat K 3374 GU.

Pemotor ini melaju dari arah Blora menuju Rembang. Di belakangnya melaju bus PO Nusantara K 1705 BB yang dikemudikan Chumaidi (41) warga RT 3 RW 8 Desa Trengguli Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak.

Sesampainya di lokasi kejadian, bus berusaha mendahului pemotor namun berjalan kurang ke kanan, sehingga bodi samping sebelah kiri bus masih menyerempet setang sebelah kanan Beat.

“Sepeda motor beserta pengendara dan pemboncengnya terjatuh. Pengendara mengalami luka lecet pada jari kanan dan sadar, sedangkan yang membonceng luka memar pada dada serta robek lutut kanan dan tidak sadar,” beber Kasatlantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi.

Akibat luka tersebut, Herawati yang menurut keterangan dari lokasi kejadian merupakan perawat di salah satu rumah sakit swasta di wilayah Pati, menghembuskan nafas terakhir.

“Sampai dengan malam ini, sopir bus kita amankan di Makolantas Polres Rembang untuk kami periksa lebih lanjut,” tandasnya.

Ditemui reporter mataairradio di makolantas, Chumaidi, sopir bus PO Nusantara mengaku tiba-tiba mendengar suara keras seperti ada yang jatuh, sehingga dirinya mengerem laju bus.

“(Waktu nyalip) Saya dengar suara keras seperti ada yang jatuh. Setelah saya berhenti, saya lihat dua orang perempuan terjatuh pas di sebelah bus. Karena luka, saya bawa korban ke rumah sakit (RSUD dr R Soetrasno Rembang),” tandasnya.

Saat kejadian, ia mengaku mengangkut 4 orang penumpang yang akan menuju Kudus, sehingga mereka dioper ke bus lain.

Di rumah sakit, keluarga Irda tampak berdatangan dan seketika tangis pun pecah. Sebab, 2 tahun yang lalu atau pada 2013, Irda pun sempat terlibat kecelakaan.

Kala itu, teman yang diboncengi Irda, juga meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Rembang-Blora wilayah Landoh Kecamatan Sulang.

Begitu pun ketika keluarga Herawati datang menyambangi rumah sakit, tangis duka langsung memenuhi ruangan kamar mayat rumah sakit umum daerah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan