Bubu Rusak, Dinlutkan Usahakan Bantuan

Sabtu, 17 Maret 2012 | 02:50 WIB


KOTA – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang akan mengusahakan bantuan bagi nelayan tradisional yang alat tangkapnya mengalami kerusakan akibat ombak besar uang melanda perairan timur Laut Jawa sepekan terakhir.

“Jika nelayan mengusulkan bantuannya kepada kami atas alat tangkap jenis bubu yang rusak diterjang ombak, kami akan mengusahakannya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Suparman, Jumat (16/3).

Hanya, jelas dia, usulan dari nelayan perlu segera diajukan sebelum pembahasan APBD Perubahan 2012. “Dan perlu dipahami pengabulan bantuan tidak bisa instan,” kata dia.

Ribuan bubu milik nelayan tradisional di sepanjang pesisir Kecamatan Kota Rembang rusak bahkan hilang akibat terjangan ombak besar dalam sepekan terakhir. Setiap nelayan, umumnya memasang 150-200 bubu untuk menangkap rajungan.

Akibat kerusakan tersebut, setiap nelayan merugi jutaan rupiah, sebab harga per satu alat bubu mencapai Rp20.000. “Silakan nelayan mengusulkan, kami akan mengusahakannya,” kata dia.

Suparman mengimbau agar nelayan mewaspadai kondisi cuaca yang kerap datang secara tidak menentu menyusul datangnya badai tropis dari Australia. “Sebenarnya, dampak badai tropis itu akan dirasakan perairan Selatan Indonesia. Hanya karena terpaannya sangat besar, Laut Jawa pun turut terimbas,” kata dia.

Ia juga mengemukakan, ombak besar mestinya sudah tidak lagi dirasakan setelah perayaan Cap Go Meh belum lama ini. “Namun, agaknya cuaca cukup sulit diprediksi akhir-akhir ini,” kata dia.

Karena itu, nelayan yang hendak melaut perlu memperhatikan kondisi cuaca, sedangkan bagi yang sudah ada di tengah laut agar berlindung di pulau-pulau kecil untuk mengantisipasi risiko kecelakaan laut.

“Kami senantiasa berkoordinasi dengan pihak terkait cuaca di perairan timur Laut Jawa, utamanya dengan BMKG,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan