Jam 10 Pagi, Kantor Desa Tutup

Kamis, 15 Maret 2012 | 10:06 WIB


SEDAN – Sejumlah kantor desa di Kecamatan Sedan sepi dan pintunya sudah tertutup padahal jarum jam menunjukkan masih pukul 10.00 WIB, demikian ketika Komisi A DPRD Kabupaten Rembang menggelar inspeksi mendadak (sidak), Kamis (15/3).

Kondisi sejumlah kantor desa tampak sepi saat jam kerja. Kepala, sekretaris desa beserta perangkatnya yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat bawah, tak tampak batang hidungnya.

Sidak yang juga digelar untuk memantau kesiapan pihak desa menyongsong pemberlakukan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) pun berakhir mengecewakan.

“Padahal kami datang baru sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, kami temukan kantor balai desa tutup tak ada penghuninya,” ujar Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang, Gatot Paeran.

Sidak yang diikuti seluruh anggota Komisi A itu tiba di Balai Desa Karangasem sekitar pukul 10.00 WIB. Tak satu pun perangkat desa yang ngantor di balai desa itu.

Tim akhirnya bergeser ke Balai Desa Sedan. Pemandangan serupa kembali dijumpai. Kantor desa tutup. Sekretaris Desa setempat baru datang saat diberitahu warga jika ada sidak dari Komisi A.

“Dari Balai Desa Sedan, kami kemudian bergerak ke Desa Sidorejo. Balai desa pun sunyi senyap tanpa aktivitas,” kata dia.

Pihaknya menyesalkan temuan tersebut, sebab mestinya balai desa tetap buka dan setidaknya ada petugas yang berjaga untuk melayani warga apabila sewaktu-waktu ada keperluan.

Apalagi sebagian besar sekretaris desa, saat ini telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. “Sebagai PNS, seorang sekdes terikat dengan aturan kedinasan dan kepegawaian termasuk jam masuk kantor,” kata dia.

Atas temuan dalam inspeksi itu, Komisi A akan melayangkan teguran kepada pihak tata pemerintahan Pemkab Rembang agar melakukan pembinaan kepada para kepala desa, sekdes maupun perangkatnya.

“Sidak ini sebagai tindak lanjut dari keluhan dari masyarakat baik secara lisan maupun pesan singkat yang diterima Komisi A,” kata dia.

Ia menambahkan, kondisi balai desa di sepanjang jalur utama seperti Pantura cenderung lebih tertib. Namun, pada desa yang berjarak cukup jauh dari pusat kota atau akses jalan utama, kondisi berbalik.

“Bagaimana pelayanan warga bisa maksimal kalau seperti itu keadaannya,” kata dia. (Puji)




One comment
  1. eko p

    Maret 15, 2012 at 1:38 pm

    apik komisi A sidak kepala desa dan perangkat, mengkone giliran kades dan perangkat menyidak proyek-proyek ASPIRASI DPRD sing manggon ning desa desa sak rembang. terus termuane dilaporke polres karo kejaksaan dan gubernur. ayo kades dan perangkat bangkit serang koruptor!!!!!!!!!!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan