Egrang, Pelajaran Keseimbangan

Sabtu, 17 Maret 2012 | 02:55 WIB


HIDUP memerlukan keseimbangan dalam menjalankannya. Sehingga semuanya akan tetap berjalan sesuai hukum yang telah ditentukan Tuhan. Bila keseimbangan tidak terjaga dalam tubuh manusia, maka akan menimbulkan petaka. Semacam sakit yang terjadi atas diri manusia itu tidak lain adalah sebab tidak adanya keseimbangan dalam tubuh manusia.

Apabila unsur yang ada dalam tubuh manusia terjaga keseimbangannya, kesehatanpun akan terjaga karenanya. Demikian pula alam semesta ini. Gunung, hutan dan beragam pepohonan. Kesemuanya hidup berdampingan dengan manusia. Apabila antara yang hidup di muka bumi ini berada pada titiknya masing-masing. Tidak mengganggu keseimbangan unsur lain maka keseimbangan semesta juga akan terjaga dengan baik.

Tentang keseimbangan hidup, bagi anak-anak telah diajarkan dalam permainan egrang. Permainan yang menggunakan alat bantu dari bambu ini mengutamakan tentang keseimbangan. Apabila pemain bisa menjaga tubuhnya yang ditopang sebilah bambu, maka dia tidak akan jatuh tersungkur di bumi.

Namun bila dia tidak mampu mempertahankan keseimbangan tubuhnya tak ayal dia akan terjerembab mencium tanah. Permainan tradisional ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga keseimbangan. Keseimbangan diri maupun keseimbangan alam.

Hal demikian bisa dilihat ketika memilih bahan untuk dijadikan egrang. Bambu yang krucil, tidak bisa tumbuh subur sebagaimana yang lain. bambu inilah yang dimanfaatkan untuk bahan egrang. Pertama membersihkan ‘dapur’ bambu dari batang yang tidak baik. Yang kedua memanfaatkan bambu yang biasanya hanya berfungsi sebagai bahan bakar.

Bambu dipotong sekitar satu meter setengah. Jarak tanah dengan pijakan kaki sekitar setengah meter. Pijakan bisa dibuat dengan kayu tambahan atau menggunakan dahan bambu yang menempel. Setelah bambu egrang siap maka permainan siap dijalankan. Bersama anak-anak lain berlomba kecepatan atau berlomba keseimbangan. (Zamroni)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan