Warga dan Kades Bonang Gagal Berdamai

Selasa, 30 September 2014 | 15:41 WIB
Kades Bonang Syaeful Shodiqin sempat terlibat adu mulut dengan Sulistyorini seusai pertemuan mediasi di Kantor Kecamatan Lasem, Selasa (30/9) siang. (Foto:Pujianto)

Kades Bonang Syaeful Shodiqin sempat terlibat adu mulut dengan Sulistyorini seusai pertemuan mediasi di Kantor Kecamatan Lasem, Selasa (30/9) siang. (Foto:Pujianto)

LASEM, MataAirRadio.net – Kelompok warga Desa Bonang gagal islah atau berdamai dengan Kepala Desa Syaeful Shodiqin melalui forum mediasi yang digelar oleh Camat di Kantor Kecamatan Lasem, Selasa (30/9) siang. Kepala Desa Bonang tidak mau meminta maaf sesuai kehendak warga.

Pertemuan mediasi dihadiri oleh puluhan orang, termasuk koordinator warga Sulistyorini, tokoh masyarakat, BPD, perangkat, dan Kades Bonang. Islah ini dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lasem Kukuh Purwasana. Warga meminta kepada Kepala Desa Syaeful Shodiqin meminta maaf atas kondisi di desa.

Sulistyorini menganggap kepemimpinan Kades Syaeful Shodiqin tidak adil dan sewenang-wenang. Karakter kadesnya disebut pendendam, sehingga tugas pelayanan kepada masyarakat menjadi terkendala.

“Kita butuh pemimpinan yang bijaksana. Pendukungnya atau tidak, kaya atau miskin disetarakan dalam pelayanan. Tidak dibeda-bedakan. Saya minta kades introspeksi diri, sudah benar atau tidak,” kata perempuan yang sempat melaporkan Kades Syaeful Shodiqin kepada polisi belum lama ini.

Dalam pertemuan itu, Kades Bonang Syaeful Shodiqin bersikukuh tidak bersalah atas kondisi di desa, sehingga tidak perlu meminta maaf kepada siapapun. Dia justru mengatakan, mestinya kelompok warga yang meminta maaf kepada dirinya.

“Tidak ada yang salah dengan kondisi di desa. Saya tak perlu minta maaf kepada siapapun. Seharusnya warga ini yang minta maaf karena selama enam bulan sudah mencemarkan nama baik saya,” katanya.

Warga yang dipimpin Sulistyorini memang pernah mengadukan Kades Bonang kepada berbagai pihak selain polisi, atas tuduhan melakukan penyimpangan di antaranya alokasi dana desa, tanah banda desa, serta melakukan pungli pengurusan KTP dan kartu jamkesmas kepada warga yang bukan pendukungnya.

Karena tidak ada titik temu perdamaian, mediasi yang dimulai sekitar pukul 09.45 itu pun diakhiri sekitar pukul 11.15 WIB. Namun di akhir acara, terjadi insiden adu mulut antara kelompok warga dengan kepala desa karena menganggap Syaeful Shodikin keras kepala.

Insiden tak berlanjut setelah Syaeful segera berlalu meninggalkan lokasi kantor kecamatan sembari melontarkan ucapan “tidak ada yang bisa menurunkan” dirinya sebagai Kades.

Plt Camat Lasem Kukuh Purwasana kecewa dengan akhir mediasi yang tanpa hasil damai atau islah. Semestinya, dia berharap kisruh di Desa Bonang tak berlarut-larut. Apalagi komitmennya adalah memperbaiki kondisi masyarakat dan pemerintahan di Desa Bonang.

“Kami masih akan memantau perkembangan di Desa Bonang pasca-forum mediasi kali ini. Belum tahu akan ada pertemuan seperti ini lagi atau tidak. Yang jelas, dengan kondisi Desa Bonang sekarang, situasinya akan susah. Kami menginginkan adanya rekonsiliasi,” kata Kukuh. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan