Bupati Sebut Kinerja Petugas Kebersihan Rembang Mengecewakan

Rabu, 8 Februari 2017 | 08:00 WIB

Kontainer sampah di bilangan Undaan Desa Sumberjo Kecamatan Rembang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kinerja petugas kebersihan disebut mengecewakan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Padahal honor mereka kini sudah ditambah, dari Rp400-500 ribu menjadi Rp1,4-1,5 juta.

Bupati mengaku kesal oleh kebersihan di wilayah kota yang kurang, sedangkan Rembang diharapkan menjadi kabupaten yang cantik dan bersih mulai tahun ini dengan penataan trotoar, penghijauan, dan kebersihan.

Saat memimpin apel di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Selasa (7/2/2017) pagi, Bupati menilai petugas kebersihan tidak mampu menjalankan tugas utama menjaga kebersihan karena mereka tidak siaga sesuai jam piketnya.

“Petugas kebersihan tidak standby sesuai jam piket, tetapi pergi atau pulang setelah membersihkan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut mesti menjadi perhatian bagi para petugas kebersihan, baik yang berstatus aparat sipil negara (ASN) maupun tenaga kontrak.

“Untuk yang kontrak Pemkab, kita sudah memberikan tambahan kesejahteraan dari yang semula Rp400-500 ribu, kita beri Rp1,4-1,5 juta. Tapi lagi-lagi ketika diangkat jadi PNS, diberi kesejahteraan, justru seolah-olah ngece. Semangatnya lebih baik sebelum diberi kesejahteraan,” ujarnya.

Hafidz meminta kepada pihak DLH yang kini mendapat tambahan tugas baru di bidang pengelolaan sampah agar mampu mengubah pola pokir para petugas kebersihan.

“DLH juga agar menginstruksikan 80 tenaga kebersihan untuk menandatangani pakta integritas yang isinya sanggup bertanggungjawab atas kebersihan kota sesuai wilayah kerja dan jam kerjanya,” tegasnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kebersihan di jalan-jalan protokol wilayah kota, termasuk alun-alun, Pemkab Rembang kata Bupati akan merekrut tenaga lepas dengan anggaran hingga Rp500 juta.

“Nanti 80 petugas kebersihan kita geser ke pinggiran, sedangkan mulai dari SMP 3 Rembang ke jalan tengah sampai Jembatan Karanggeneng termasuk gang atau lorong-lorong yang nanti rutin dibersihkan,” terangnya.

Kepala Bidang Persampahan dan Peningkatan Kapasitas Limbah B3 pada DLH Kabupaten Rembang Andreas Edy Gustono mengakui perlu adanya peningkatan pelayanan terkait sampah.

Ia juga mengatakan, pembenahan terhadap tenaga penyapu jalan akan dilakukannya, antara lain dengan penandatanganan pakta integritas bagi petugas kebersihan.

“Dengan pakta integritas, setelah nyapu, mereka tidak pulang, tapi harus tetap bekerja sesuai jam kerja. Selain itu akan ada penambahan tenaga semacam outsourching,” terangnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan