Isu Sadana Akhiri Kemitraan Berembus di Kalangan Petani

Senin, 25 Agustus 2014 | 16:57 WIB
Belasan bal tembakau yang ditolak PT Sadana Arif Nusa lantaran berkualitas jelek

(Foto:Pujianto)

GUNEM, MataAirRadio.net – Sejumlah isu berembus di kalangan petani seiring dengan penolakan tembakau berkualitas jelek oleh PT Sadana Arifnusa. Yang teranyar, petani di Gunem dan Sulang diresahkan oleh isu yang menyebut Sadana akan mengakhiri kemitraan di Kabupaten Rembang pada tahun ini.

Kabar di kalangan petani juga menyebut, pengakhiran kemitraan ini karena perusahaan pemasok tembakau itu ingin beralih mengembangkan komoditas di Kabupaten Blora. Isu tersebut dikuatkan dengan tidak segera dimilikinya gudang sendiri oleh pihak perusahaan.

Namun Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin segera membantah isu tersebut. Menurutnya, bagaimana bisa pihak Sadana mengakhiri kemitraan, sedangkan mereka sudah berinvestasi dengan nilai besar di Rembang. Soal penolakan tembakau, itu murni karena kualitas jelek.

Sementara mengenai tidak segera dibangunnya gudang sendiri oleh PT Sadana, Suratmin mengaku sudah pernah bicara dengan pihak perusahaan. Mereka mencari lokasi yang representatif untuk membangun gudang mandiri di Rembang, tetapi belum ketemu yang cocok.

Sembari menunggu lokasi yang pas, Sadana memaksimalkan gudang sewa di Desa Landoh Kecamatan Sulang. Mengingat luasan tembakau di Rembang dan dekat dengan Jalur Pantura, Suratmin menilai tidak efisien memindah gudang ke daerah lain misalnya Blora.

Dia juga menyarankan, daripada bingung memikirkan isu yang tidak jelas, akan lebih baik petani fokus pada penanganan proses pasca-panen. Apalagi dia masih menjumpai beberapa petani yang nekat langsung merajang daun tembakau setelah diplenet, tanpa diperam terlebih dahulu.

Meski isu-isu yang berkembang di kalangan petani diminta untuk tidak digubris, pihak Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Rembang akan menggelar temu muka dengan PT Sadana Arifnusa di Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan pada Selasa 26 Agustus ini. Isu-isu yang berkembang akan dibahas untuk dicari solusi terbaiknya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan