Cuaca Buruk Paksa Nelayan Rembang Ronda Perahu

Rabu, 8 Februari 2017 | 07:52 WIB

Perahu-perahu nelayan di wilayah Kelurahan Gegunung Kulon Kecamatan Rembang ditambatkan menyusul cuaca buruk perairan laut setempat, Selasa (7/2/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KOTA, mataairradio.com – Cuaca buruk di Perairan Laut Rembang pada beberapa minggu belakangan memaksa sebagian nelayan di daerah ini begadang guna meronda menjaga perahu mereka.

Menurut salah seorang nelayan Kelurahan Gegunung Kulon Kecamatan Rembang Sofyan, sejak cuaca buruk seiring musim baratan, nelayan di daerahnya harus menjaga perahu mereka agar tidak lepas dari tambatan.

“Kalau kami tak begadang, khawatir perahu lepas dari tambatan dan berbenturan dengan perahu lain. Kalau benturan dan pecah, kami sendiri yang rugi,” katanya yang menyebut ketinggian ombak kini antara 4-5 meter.

Sejauh ini, belum ada perahu milik nelayan setempat yang lepas dari tambatan dan berbenturan dengan perahu lainnya. Tetapi nelayan di Pacar pernah mengalami perahu lepas dari tambatan akibat diterjang ombak.

“Tiap malam perahu dijaga. Takut lepas. Akhir-akhir ini ombak besar. Kalau malam angin kencang. Perahu nelayan dari Desa Gegunung Wetan ada yang dihantam ombak saat melaut. Perahunya karam, tapi orangnya selamat,” katanya.

Karyono, nelayan lain di daerah yang sama menambahkan, sejak musim baratan, 300 nelayan setempat berhenti melaut. Mereka lebih memilih memperbaiki peralatan melautnya yang kondisinya telah rusak.

Untuk mencukupi kebutuhan, sebagian nelayan mengandalkan pinjaman dari berbagai koperasi simpan pinjam dengan agunan berupa bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB).

“Namun memang ada sebagian nelayan yang memilih nekat pergi melaut mencari rajungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi hanya pada jarak 10 mil dari bibir pantai ,” tandasnya.

Mereka yang melaut untuk berburu rajungan, kadang mendapatkan 8-10 kilogram rajungan dengan harga Rp54.000 per kilogram, tapi kadang juga pulang tanpa hasil karena cuaca gampang berubah ekstrem.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Perairan pada Kepolisian Resor Rembang Inspektur Satu Sukamto memperkirakan cuaca buruk masih akan berlangsung hingga Maret mendatang.

“Tinggi ombak kini berkisar antara 0,5-1,5 meter. Angin juga masih kencang antara 10-16 knot. Cuaca laut masih belum menguntungkan bagi nelayan. Apalagi cuaca semacam itu kerap berubah sewaktu-waktu,” katanya.

Ia mengaku melarang nelayan melaut dalam kondisi cuaca yang buruk seperti sekarang. Namun ia tak kuasa menghalangi nelayan yang nekat melaut karena mencari nafkah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan