Salim Sebut PMII Intelektual Pengangguran

Rabu, 29 Mei 2013 | 16:04 WIB
Bupati Rembang Mochammad Salim terusik dengan aksi unjuk rasa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rembang. Salim menyebut PMII sebagai intelektual pengangguran. (Foto:Afta)

Bupati Rembang Mochammad Salim (Foto:Afta)

REMBANG, MataAirRadio.net – Bupati Rembang Mochammad Salim terusik dengan aksi unjuk rasa belasan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rembang yang menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT RBSJ. Salim menyebut PMII sebagai intelektual pengangguran.

Berbicara pada acara peluncuran program pemberdayaan kaum muda di bidang ekonomi yang digelar Plan Indonesia di Balai Kartini, Rabu (29/5) siang, Salim mengklaim berhasil membawa Kabupaten Rembang pada kemajuan dan perbaikan. Namun ketika ada sedikit kesalahan, eksposnya selalu besar-besaran.

Pada kesempatan itu pula, Salim tetap mengklaim tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi PT RBSJ, meski Badan Pemeriksa Keuangan telah menyatakan ada kerugian negara sebesar Rp4,1 miliar dalam kasus yang menyeretnya sebagai tersangka itu.

Salim pun bahkan mengaku telah melayangkan surat kepada Presiden dan Polri guna meminta keadilan atas keputusan Polda Jateng yang menetapkan sebagai tersangka. Mengenai kerugian negara, ia malah mengklaim ada keuntungan negara sebesar Rp3,2 miliar.

Mochammad Salim kembali menyatakan kesiapannya jika Polda Jateng kembali memanggilnya baik sebagai saksi maupun tersangka. Sebab ia meyakini apa yang dilakukan selama memimpin Rembang sudah benar dan profesional.

Ia menambahkan, selama memimpin Rembang, Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) tidak menemukan adanya kerugian negara. Oleh karena itu Salim meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan berita yang belum tentu kebenarannya.

Sementara itu, dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut, Ketua Umum PMII Kabupaten Rembang Muhammad Widad menyatakan, pihaknya menyayangkan pernyataan Bupati. Tudingan Bupati itu justru menunjukkan bahwa Salim antikritik.

Tentang tudingan intelektual pengangguran, Widad mengatakan, kader PMII bukanlah pengangguran. Sebab, banyak kadernya yang justru seorang wirausahawan. Dan di sela kesibukan mereka bekerja, masih ada waktu untuk peduli dengan Rembang melalui segala macam aksi sosial. (Afta Ahmad)




40 comments
  1. PC PMII Rembang

    Mei 30, 2013 at 7:38 pm

    Pengangguran ĨƮΰ ora tidak punya pekerjaan yang menghasilkan uang atau tidak punya aktivitas. Semua anggota dan kader PC PMII Rembang ĨƮΰ adalah pekerja keras, semua memiliki pekerjaan. Dan pekerjaan paling mulianya adalah berjuta kali turun aksi sebagai langkah bentuk perubahan. Aksi dalam hal : sosial, politik, pendidikan, budaya, ekonomi dll. Klaim pengangguran ĨƮΰ adalah klaim pemahaman yang terhadap PMII. Baca sejarah dan visi/misi PMII biar tau dan tidak bicara sembarangan. Ini Demokrasi, kebebasan perpendapat dan kritik ĨƮΰ dijamin dalam UUD 45. Jadi hargai kritik dan pendapat yang dijamin UUD 45 ĨƮΰ. PC PMII Rembang ɑ̤̥̈̊­̲̣̣̣̥κ̣̝̇ɑ̤̥̈̊­п̥̥ memberikan pencerahan terhadap semua dinamika ϑȋ̝̊ Rembang khususnya. Sejarah yang ɑ̤̥̈̊­̲̣̣̣̥κ̣̝̇ɑ̤̥̈̊­п̥̥ mencatat dan membuktikan kiprah PMII yang benar. Sudah rahasia umum kalau ϑȋ̝̊ Rembang ĨƮΰ banyak oknum yang melakukan penyimpangan, dan inilah tugas / pekerjaan PMII sebagai civitas akademica dan agent of chage untuk mengembalikan dan meluruskan segala bentuk penyimpangan ϑȋ̝̊ Rembang.

    Reply
  2. PC PMII REMBANG

    Mei 31, 2013 at 3:07 pm

    Bermula dari aksi yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII Rembang) pada tanggal 28 Mei 2013 di bundaran pasar Rembang yang menyuarakan penanganan penuntasan penetapan tersangka H. Moch. Salim (Bupati Rembang) yang diduga menyalahgunakan dana APBD Kabupaten Rembang Tahun 2006 dan 2007 sebesar 35M rupiah untuk penyertaan modal PT. RBSJ (Rembang Bangkit Sejahtera Jaya) yang dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan-penyimpangan. Atas kasus tersebut Perhitungan Kerugian Negara (PKN) ditaksir mencapai 4,1M rupiah.

    Komentar H. Moch. Salim (Bupati Rembang) atas tanggapan aksi PC PMII Rembang dinilai ada unsur merendahkan harkat dan martabat organisasi, karena Bupati Rembang berkata “PMII pengangguran intelektual”.

    Bagaimanapun juga aksi yang dilakukan PC PMII Rembang dijamin dalam UUD 1945 BAB XA tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Misal dalam pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Pasal 28G tentang perlindungan derajat martabat.

    Dalam asas Demokrasi, menyampaikan pendapat atau kritik itu hal yang wajar dan diperbolehkan dalam perundang-undangan yang berlaku. Jadi tanggapan Bupati Rembang PMII intelektual pengangguran itu adalah tanggapan yang menyinggung dan merendahkan harkat martabat PMII.

    PMII sebagai organisasi ekstra kampus yang notabene anggota dan kadernya adalah masyarakat kampus (civitas academica) yang memiliki idealisme sebagai agent of change, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Segala macam bentuk aksi tujuannya adalah membuat bangsa ini kearah yang lebih baik.

    Dalam konteks aksi yang dilakukan oleh PC PMII Rembang yang menyuarakan tentang penuntasan kasus PT. RBSJ, hanya bertujuan penegakan hukum di Indonesia menjadi lebih baik. Karena penetapan tersangka dalam kasus tersebut sudah berlangsung 3 Tahun dan belum selesai. Aksi itu hanya menginginkan proses hukum dalam hal ini cepat selesai. Tentunya kami pun juga menghormati asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum.

    Disela-sela aktivitas pokok dan rutin anggota dan kader PMII sebagai masyarakat kampus yang konsentrasi dalam dinamika perkuliahan sebagai bentuk pelaksanaan tri dharma Perguruan Tinggi. PMII sebagai organisasi yang mewadahi mahasiswa sehingga lekat dengan idealisme dan agent of change, tentunya memiliki visi/misi dan dinamika dinamis.

    Selain sebagai masyarakat kampus dan kader PMII, secara pribadi anggota dan kader PMII juga memiliki aktivitas atau pekerjaan sebagai bentuk kemandirian ekonomi, sepeti usaha mandiri, sebagai guru lesson, jurnalis, ketua yayasan, manager, konsultan, dan lain-lain. Jadi tanggapan Bupati Rembang yang mengatakan bahwa “PMII pengangguran intelektual” itu sangat merendahkan derajat martabat PMII. Atas nama PMII se-Indonesia, Bupati Rembang harus menyampaikan permohonan maafnya. Bagaimanapun juga pengangguran itu memiliki kesan yang negatif dan dianggap tidak berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Pengangguran dalam pemahaman publik itu diidentikkan dengan orang bodoh dan tidak punya kemampuan. (PC PMII Rembang)

    Reply
  3. PC PMII REMBANG

    Mei 31, 2013 at 3:21 pm

    Komentar H. Moch. Salim (Bupati Rembang) atas tanggapan aksi PC PMII Rembang dinilai ada unsur merendahkan harkat dan martabat organisasi, karena Bupati Rembang berkata “PMII pengangguran intelektual”.

    Bagaimanapun juga aksi yang dilakukan PC PMII Rembang dijamin dalam UUD 1945 BAB XA tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Misal dalam pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Pasal 28G tentang perlindungan derajat martabat.

    Dalam asas Demokrasi, menyampaikan pendapat atau kritik itu hal yang wajar dan diperbolehkan dalam perundang-undangan yang berlaku. Jadi tanggapan Bupati Rembang PMII intelektual pengangguran itu adalah tanggapan yang menyinggung dan merendahkan harkat martabat PMII.

    PMII sebagai organisasi ekstra kampus yang notabene anggota dan kadernya adalah masyarakat kampus (civitas academica) yang memiliki idealisme sebagai agent of change, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Segala macam bentuk aksi tujuannya adalah membuat bangsa ini kearah yang lebih baik.

    Dalam konteks aksi yang dilakukan oleh PC PMII Rembang yang menyuarakan tentang penuntasan kasus PT. RBSJ, hanya bertujuan penegakan hukum di Indonesia menjadi lebih baik. Karena penetapan tersangka dalam kasus tersebut sudah berlangsung 3 Tahun dan belum selesai. Aksi itu hanya menginginkan proses hukum dalam hal ini cepat selesai. Tentunya kami pun juga menghormati asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum.

    Disela-sela aktivitas pokok dan rutin anggota dan kader PMII sebagai masyarakat kampus yang konsentrasi dalam dinamika perkuliahan sebagai bentuk pelaksanaan tri dharma Perguruan Tinggi. PMII sebagai organisasi yang mewadahi mahasiswa sehingga lekat dengan idealisme dan agent of change, tentunya memiliki visi/misi dan dinamika dinamis.

    Selain sebagai masyarakat kampus dan kader PMII, secara pribadi anggota dan kader PMII juga memiliki aktivitas atau pekerjaan sebagai bentuk kemandirian ekonomi, sepeti usaha mandiri, sebagai guru lesson, jurnalis, ketua yayasan, manager, konsultan, dan lain-lain. Jadi tanggapan Bupati Rembang yang mengatakan bahwa “PMII pengangguran intelektual” itu sangat merendahkan derajat martabat PMII. Atas nama PMII se-Indonesia, Bupati Rembang harus menyampaikan permohonan maafnya. Bagaimanapun juga pengangguran itu memiliki kesan yang negatif dan dianggap tidak berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Pengangguran dalam pemahaman publik itu diidentikkan dengan orang bodoh dan tidak punya kemampuan. (PC PMII Rembang)

    Reply
  4. wahab

    Mei 31, 2013 at 3:28 pm

    saya menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap terplesetya mulut bapak bupati rembang,,, semoga tidak terulang kembali….
    sayab juga menganggap maklum bahwa kata-kata itu harus keluar dari seorang penguasa yang sudah terlanjur merasa kuat dan hebat karna memang selama ini belum pernah ada lembaga, perorangan, atau organisasi kemahasiswaan yang berani mengkritik kebijakan yang kurang berrorientasi terhadap kebutuhan masyarakat kecill…. semoga sahabat PMII bisa menjadi lebih dewasa dan mampu membangkitkan ghirroh perjuangan masyarakat rembang secara umum. lanjutkan sahabat”ku, kami akan selalu mendukungmu…..

    Reply
  5. wahab

    Juni 2, 2013 at 6:16 pm

    tidak usah di hiraukan apa yang telah di ucapkan salim selaku bupati rembang itu sahabatku….. lanjutkan aja perjuangan kalian….

    Reply
  6. Hudi bodonk

    Juni 3, 2013 at 2:03 pm

    becik ketitek olo ketoro. itulah falsafah jawa yang aku yakini semoga menjadi pedoman kita dalam hidup bersosial. aku dukung pmii rembang dengan semangat kalian semoga tekat juang diridhoiNya. amin

    Reply
  7. telo

    Juni 3, 2013 at 2:42 pm

    ….lim….salim….
    Hahahahahahaha……Sungguah sangat memprihatinkan…Jangan menjajah dengan menurunkan mental…
    Menurut saya: BUPATI-REMBANG-HARUS MINTA MAAF ATAS STATEMENTnya..

    Reply
  8. HammitiUs Net

    Juni 6, 2013 at 10:45 am

    Bupatinya kurang ora sekolah mbiyen….
    jadi gak bisa menanggapi segala bentuk aksi yang di lakukan oleh sebagian elemen/organisasi kemasyarakatan!

    mbok ya kalo gak punya kerjaaan atau kurang kerjaan…sampean menyediakan lapangan kanggo mereka ngono pak!

    Ojo mikir udel dewe…………….!

    Reply
  9. saif

    Juni 7, 2013 at 10:52 am

    “Akan datang suatu masa dimana para pemimpin hanya bisa bicara tanpa bekerja”…Bravo JOKOWI for president 2014

    Reply
  10. cah sulang

    Juni 22, 2013 at 7:46 am

    statmen yang menyakitkan. buung kritik itu pedas bung?tapi hormati mereka yang mengkritik. mereka masih punya kepedulian terhadap rembang tercinta. andai tidak ada kritik mau jadi apa rembang kita tercinta

    Reply
  11. romeo

    Juni 26, 2013 at 6:22 pm

    udahlahh pmii kagak usah terusik dengan pernyataan salim yang terkesan melecehkan profesi anda.. gua lebih menghormati instansi anda yang selalu kontrol terhadap kinerja pemerintah daerah yang mempunyai indikasi penyelewengan wewenang.. majulah dah terus berkarya demi kemajuan dan kemandirian rembang sesungguhnya.. “pernyataan salim adalah pernyataan orang yang panikk” krn posisinya terusik dengan kehadiran anda..

    Reply
  12. is

    Juli 15, 2013 at 1:30 pm

    Lebih setuju dengan pendapat Pak Salim.

    Reply
    • laskar salim

      Agustus 6, 2013 at 8:52 pm

      SETUJU!! KITA HARUS DUKUNG PEMIMPIN YG HABISKAN UANG RAKYAT DEMI ANAK CUCU NYA SUPAYA BISA HIDUP LAYAK GA KAYA MAHASISWA SKRG GEMBEL2 BAYAR KULIAH AJA PKE STEMPEL LURAH..HIDUP SALIM, HIDUP PENGUASA DESPOTIK !! SYA BANGGA DENGAN PEMIMPIN YG KORUP.. KARENA DGN MEREKA SYA BISA MENARI DI BUMI PERTIWI INI DAN DENGAN HITUNGAN HARI INSONESIA AKAN MENJADI NEGARA BURUH.. HAHAHAA
      HIDDUUUUUUUUUUUUUUPPPP SAAALLLLLIIIIMMMM !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      Reply
      • jopelong

        September 29, 2013 at 12:42 am

        Nyuwun sewu, sekedar ikut komen. Kalau PMII mengkritik pak salim atau pemimpin siapa saja, itu memang haknya. Tapi pak salim juga punya hak untuk mengkritik PMII. Trus dimana masalahnya? Kalau PMII boleh mengkritik, kenapa pak salim tidak? Ucapan pak Salim saya pikir tidak hanya statemen yang kepleset, tetapi juga kritikan buat PMII, yang jangan hanya mengkritik, tetapi bertindaklah. Bertindak demi masyarak tidak harus melalui “DEMO”, masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan, selain DEMO. Apakah terpikir oleh sahabat2 PMII berapa jumlah warga miskin di Rembang? Pasti jawabnya banyak banget, tapi apa yang sahabat PMII sudah lakukan untuk mereka? Membantu mereka? Mencarikan pekerjaan untuk mereka? Memangnya itu tugas negara saja? Kita semua bertugas membantu mereka.
        Contoh kecil saja, setiap kali demo apakah pendemo mau membersihkan sampah sisa demo? Kertas, botol minuman dll. Pasti dibiarkan saja, yang direpotkan siapa? Tukang sapu jalanan, dari DKP yang gajinya tidak lebih dari 200 ribu per bulan. Apa pendemo memikirkan itu?

        Reply
        • sujak

          Oktober 24, 2013 at 7:21 pm

          haiyah… opo yo salim kuwi wis ngresiki sisa dan bangkai-bangkai korupsinya?? seperti jalan hotmix yang hancur karena dia korupsi, rumah sakit yang berbahaya bagi pasien dan pengujung karena kualitas bangunannya yang jelek juga alat kesehatan yang tidak valid karena tfak berkualitas. gunung-gunung yang hancur arena ditambang membabi buta. uang 35 M untuk RBSJ yang dipakai bancakan oleh salim dan kroni-kroninya. tanah warga yang dibeli murah sekali tanpa memikirkan nasib petani setelah kehilangan lahan produksi. kualitas bangunan sekolah yang terancam ambruk karena dipotong lebih dari 50%. bagi bagi proyek yang dilakukan dirumahnya dengan langsung memotong 20%. CPNS yang dijualbelikan tsebanyak 625orang. dan masih banyak lagi kekotoran yang diciptakan salim. apakah salim sudah membersihkan semua itu, termasuk bau limbah perusahaan ikannya disepanjang pantura dan pencemaran lautnya??

          Reply
  13. Orang Sedan Rembang

    Juli 24, 2013 at 12:22 pm

    Sing akur lah……bagi saja uang korupsi itu….persetan dengan masyarakat Rembang….Jadi Bupati tidak gampang,,,orang kere macam kalian ora iso…..Jadi Bupati modalnya milyaran…….Hidup Salim..

    Reply
    • laskar salim

      Agustus 6, 2013 at 8:56 pm

      YOOIII ORANG MISKIN CUMA SAMPAH DAN ORNNG BODOH YG BIKIN NEGARA INI MISKIN.. HARUSNYA MEREKA ITU DI CULIK LALU D MUSNAHKAN.. HIDUUPP KORUUPPSSIII,, LANJUTKAN SALIMMM KAMI MNDUKUNGMU…!!!!!!!!!!! HAHAHHA

      Reply
  14. wong rembang

    Juli 26, 2013 at 12:11 pm

    justru itu modalnya milyaran…. makanya Mr.S korupsi buat balik modal..wkwkwkkwkkwk

    Reply
  15. laskar salim

    Agustus 6, 2013 at 8:44 pm

    ayo lindungi org yg korupsi.. HIDUP SALIM!!! lanjutkan pak korupsinya jgn dengar kata mereka..
    maju tak gentar untuk mnghabiskan uang rakyat.. kapan lgi pak mmpung ad ksempatan…hahaha

    Reply
    • Luluk

      September 27, 2013 at 3:06 pm

      wong iki aneh tenan eg…. KORUPSI og dibanggakan.

      Reply
  16. wafi

    September 17, 2013 at 7:37 pm

    kesuen ndang di ukum wae

    Reply
  17. jopelong

    September 29, 2013 at 12:49 am

    Nyuwun sewu, sekedar ikut komen. Kalau PMII mengkritik pak salim atau pemimpin siapa saja, itu memang haknya. Tapi pak salim juga punya hak untuk mengkritik PMII. Trus dimana masalahnya? Kalau PMII boleh mengkritik, kenapa pak salim tidak? Ucapan pak Salim saya pikir tidak hanya statemen yang kepleset, tetapi juga kritikan buat PMII, yang jangan hanya mengkritik, tetapi bertindaklah. Bertindak demi masyarak tidak harus melalui “DEMO”, masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan, selain DEMO. Apakah terpikir oleh sahabat2 PMII berapa jumlah warga miskin di Rembang? Pasti jawabnya banyak banget, tapi apa yang sahabat PMII sudah lakukan untuk mereka? Membantu mereka? Mencarikan pekerjaan untuk mereka? Memangnya itu tugas negara saja? Kita semua bertugas membantu mereka.
    Contoh kecil saja, setiap kali demo apakah pendemo mau membersihkan sampah sisa demo? Kertas, botol minuman dll. Pasti dibiarkan saja, yang direpotkan siapa? Tukang sapu jalanan, dari DKP yang gajinya tidak lebih dari 200 ribu per bulan. Apa pendemo memikirkan itu?

    Reply
  18. Putune Mbah Salim

    Oktober 11, 2013 at 3:10 pm

    Saiki Mbah Salim Ning endi y??? Kok ra ono Kabare…

    Reply
  19. Agung Priyono

    Oktober 22, 2013 at 8:45 pm

    Pak Salim memang tersangka tapi kita hrus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Selama belum ada “ketok palu” hakim yang menyatakan Pak Salim bersalah maka beliau tetap Bupati Rembang yang berarti Pemimpin di Rembang selayaknya patut kita hormati. PMII boleh dan bebas mengkritisi Pak Salim pun demikian sebaliknya. Ini hal yang wajar jadi jangan dilebih-lebihkan. Yang KURANG AJAR itu yang memberikan komentar mendukung KORUPSI. Bagaimanapun juga KORUPSI adalah tindakan yang merugikan bangsa dan negara jadi harus dicegah dan diperangi. Kalo Pak Salim saja mengatakan kalau beliau tidak terlibat dan tidak korupsi masak ada yang mendukung Pak Salim untuk KORUPSI. Mohon perkataannya diperbaiki, karena perkataan adalah doa. Jangan sampai anda kelak masuk ke dalam dasar neraka…

    Reply
  20. Hidayat Ar

    Oktober 28, 2013 at 10:52 pm

    PC PMII Kota Malang,,,
    Tidak terima dengan statment Bapak Bupati Rembang, Salim yang tidak tau apa2…

    Kami siap satu barisan untuk menuntut ucapan Bupati Rembang tersebut…

    Reply
  21. Wong cilik

    Januari 14, 2014 at 8:12 pm

    Skrg kita tau bhwa salim sudah ditahan polda jateng. Saatnya smua lapisan masyarakat rembng mlakukan check and balances didalam dinamika di kab. Rembng. Rezim otoriter d rembng telah tumbng. 2015 nti rkyt hrus cerdas milih bupati rembng yg pnya jiwa leadership yg kompeten, kredibel, akuntabel, dan intregritas yg bagus. Slamat ditahan y pak salim sayang

    Reply
  22. PENGAMAT

    Januari 17, 2014 at 11:51 am

    KEBANYAKAN ORANG PINTAR JADI SOK JAGO,,,,,BANYAKX GERAKAN DEMO-DEMO DEMI MENJATUH KAN SESEORANG,,,,,PADAHAL DIRIX TIDAK BERCERMIN TERLEBIH DAHULU,,,,,,,,,
    APA JADI BUPATI ITU MUDAH ???? COBA SAJA ,,,, PENDEMO ADA YG NAEK JADI BUPATI PASTI UDA LUPA APA YG DIA DEMOKAN SEBELUMNYA,,,,,,

    SEMANGAT PAK SALIM,,,,,,ANDA SEBELUM JADI BUPATI JUGA SUDAH KAYA RAYA,,,,,

    BANYAK ORANG YANG IRI,,,,,,

    POLOITIK ITU KEJAM PAK SALIM,,,,

    SEMANGAT PAK SALIM,,,,,,

    Reply
  23. PENGAMAT

    Januari 17, 2014 at 2:13 pm

    Moderasi masbro,,,,

    Reply
  24. wong cilik

    Januari 21, 2014 at 11:11 am

    @: PENGAMAT. Ini demokrasi bung ………… belajar lagi ya ………… belum pantas pakai nama pengamat

    Reply
  25. PENGAMAT

    Januari 23, 2014 at 10:07 pm

    @Wong cilik……..,,,,,, hak sy dong bung,,,,,,ini kkan demokrasi,,,,,,,siapa yg pintar yo,,,,,hehehehehe

    Reply
  26. J League

    Februari 11, 2014 at 3:52 pm

    Ok deh….. waduh bisa tersinggung nih….

    Reply
  27. erick

    Maret 4, 2014 at 7:18 pm

    Maksud nya boleh benar tapi cara nya yg salah kaprah, jelas harus di pertangung jawabkan, kasus jety batubara di tanjakan binangun contohnya, jika ijin ngak turun ngak mungkin ada imb, setelah bangunan berdiri ijin di cabut, ternyata ada jety baru di robyong punya siapa itu sy juga ngak tau, @laskar salim perlu anda ketahui orang rembang yg otaknya pinter ahlak nys bgs justru maju fi kota orang bsnysk temsn sma sy di saat sekolah bolosan ulangan jeblok banyak yg jadi PNS di rembang sunguh menyedihkan, apa yg di katakan rembang tambah maju banysk foto dokumentasi thn 2011 pas 3 thn kemudisn sy ke rembang tetep sama jika anak rembang butuh kerjaan di lusr rembang boleh email sy

    Reply
  28. tyan ran tau

    Maret 18, 2014 at 8:11 pm

    Weessss sekkk woless men dirampungkee PR pak bupatine tinggal tunggu hasil mikireee……… Yen salah di benerke yo kui jenenge mentale bocah SD poro sedulurr….. Baji bajii RembangQ

    Reply
  29. lukman

    Maret 21, 2014 at 4:21 pm

    ini salah siapa,harusnya pejabat rembang memperhatikan rakyatnya terutama bupatinya ,semoga Rembang ada sosok seperti jokowi yang bisa memajukan rembang dan mementingkan rakyatnya,karena rakyat adalah segalanya dalam demokrasi,rakyat harus di perhatikan jangan di telantarkan,rakyat jangan jadikan ampas habis ,manis sepah di buang

    Reply
  30. lukman

    Maret 22, 2014 at 12:36 pm

    KPK harus datang ke Rembang…setuju ben rembang bersih dari korupsi

    Reply
  31. lukman

    Maret 22, 2014 at 12:56 pm

    KPK harus turun di rembang titik…!!

    Reply
  32. Ahmad

    Agustus 29, 2014 at 12:59 am

    Saya mahasiswa Asli Rembang, yang juga aktivis PMII PC kota Purwokerto sangat menyayangkan sikap yang antikritiknya… PMII berjuang dengan smangat atas landasan Kyai.. Rosululloh saja mau dikritik, kenapa salim ndak mau.. ? Lihat kabar Suara Merdeka edisi november.. bupati Rembang KORUPSI.. uh malu2in jadi Headline terpanas.. satapun malu.. terus apa kita diam? Nggak kan.. justru Kami PMII ingin menegakkan kebenaran..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan