Keluarga Minta Kepolisian Ungkap Tuntas Kematian Didik

Selasa, 9 April 2013 | 17:19 WIB

 

Almarhum Didik Irwanto (Baju Putih). (Foto:Dok.Keluarga)

Almarhum Didik Irwanto (Baju Putih). (Foto:Dok.Keluarga)

JATIROGO, MataAirRadio.net – Keluarga dari Didik Irwanto, sopir truk yang ditemukan tewas di sekitar hutan petak 79A RPH Tahunan Kecamatan Sale, meminta pihak Kepolisian Resor Rembang mengusut dan mengungkap tuntas kasus tersebut. Didik adalah warga Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pihak keluarga khawatir penyelidikan atas kasus kematian Didik mandek, sebab hingga masuk dua bulan pascakejadian, belum ada lagi perkembangan yang dikabarkan pihak kepolisian.

Masrifah, ibu kandung korban kepada reporter MataAir Radio, Selasa (8/4) pagi menuturkan, pihak keluarga sudah merelakan kepergian Didik untuk selamanya.

Hanya saja, pihak keluarga berhak tahu siapa pelaku yang diduga membunuh Didik dan atas motif apa pelaku tega menghabisi nyawa korban. Masrifah menegaskan permintaannya agar jika pelaku telah ditangkap nanti, penegak hukum bisa memberikan ganjaran setimpal.

Masrifah mengungkapkan, pihak kepolisian dari Polres Rembang memang sudah beberapa kali meminta keterangan keluarga terkait kebiasaan korban. Beberapa di antaranya adalah kemungkinan korban memiliki masalah pribadi.

Keluarga berkeyakinan, korban sama sekali tidak memiliki masalah berat dengan orang lain. Keyakinan itu didasari oleh kebiasaan korban yang semasa hidup lebih dikenal pendiam dan suka membantu orang lain.

Bahkan, Masrifah menyebutkan, korban sama sekali tidak memiliki kebiasaan buruk. Hal itulah yang menambah keyakinan keluarga, bahwa korban dibunuh bukan lantaran ada persoalan dengan orang lain.

Jumadi, salah seorang kakak korban juga mengatakan, keluarga hanya berharap kasus kematian yang menimpa adiknya itu bisa terungkap tuntas, termasuk motif dari pelaku. Selama ini, pihak keluarga masih menunggu informasi terbaru terkait perkembangan kasus kematian korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Didik Irwanto (30) warga RT 5 RW 8 Desa Wotsogo ditemukan tewas di sekitar hutan RPH Tahunan KPH Kebonharjo pada Kamis pagi, 28 Februari lalu.

Didik yang seorang sopir truk pengangkut material tambang itu diduga dibunuh sebelum mayatnya di buang ke hutan. Truk korban yang bernomor polisi DE 8643 CB diduga kuat dibawa kabur pelaku dan hingga kini belum ditemukan.

Kasatreskrim Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso memastikan penyelidikan terhadap kasus kematian Didik, tidak berhenti. Pihaknya masih menghimpun bukti dan keterangan untuk mengungkap kasus tersebut. (Ilyas Almustofa)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan