“Masa Depan Generasi Kita Di Tangan Perempuan”

Sabtu, 21 April 2012 | 14:33 WIB


KOTA – “Apa pengaruh peringatan Hari Kartini bagi laki-laki? Apakah kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga berkurang? Jika berkurang, apakah signifikan?”, demikian pertanyaan awal yang terlontar dari ulama KH A Mustofa Bisri ketika ditanya tentang esensi peringatan Hari Kartini ke-133.

Menurut Gus Mus yang ditemui seusai melakukan perekaman data e-KTP di Kecamatan Kota Rembang, Rabu (18/4) pekan lalu, peringatan Hari Kartini hampir lekat dengan hak-hak perempuan yang perlu mendapatkan perhatian.

“Peringatan Hari Kartini bukan hanya soal pakaian, tetapi juga merupakan momen untuk memberikan hak-hak perempuan. Yang perlu dipahami, sampai saat ini perempuan belum sepenuhnya dihargai. Padahal perempuan itu adalah ibu. Ibu yang harus dihargai dan dihormati,” tandasnya.

Karena itu, menurut Gus Mus, jika kekerasan terhadap perempuan masih saja terjadi, sama halnya dengan pelecehan terhadap seorang ibu dan berarti tekad Kartini tak gayung bersambut.

“Padahal, dalam Al Quran sudah jelas; laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Hanya kondratnya yang beda. Kalau ternyata masih saja dibedakan, itu karena keangkuhan laki-laki itu sendiri,” katanya.

Hak dan kodrat perempuan, lanjut Gus Mus, mestinya juga dibedakan. “Hak perempuan atas laki-laki adalah dimuliakan dan dihargai,” katanya.

Apalagi, kata Gus Mus menambahkan, dari perempuan lah generasi manusia diteruskan. “Anak-anak, masa depan generasi kita berada di tangan para perempuan. Jika perempuan ditempatkan secara baik, tidak perlu dikhawatirkan generasi kita kelak,” tandasnya.

Ulama yang lahir 10 Agustus 1944 itu juga mengatakan, di tangan perempuan yang baik, seorang anak dan generasi muda penerus bangsa mendapatkan kasih sayang yang optimal. “Kasih sayang yang tulus dari seorang perempuan ataupun ibu kita menentukan bagaimana generasi kita kelak,” tandasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan