Ditemukan Mayat Mengapung Di Embung Pranti

Sabtu, 18 Agustus 2012 | 08:38 WIB
ilustrasi.

SULANG, mataairradio.net – Sesosok mayat seorang pria ditemukan mengapung di tengah embung di Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Sabtu (18/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Desa Pranti, Dahlan saat dihubungi mataairradio.net melalui saluran telepon mengatakan, mayat tersebut kali pertama ditemukan salah seorang warganya Suparlan ketika hendak mengambil air embung.

“Pak Suparlan yang pertama kali menemukan mayat mengapung di tengah embung. Ketika itu Suparlan hendak mengambil air embung. Namun ketika hendak mengambil air itulah, ia melihat sesosok orang mengapung di tengah embung,” kata dia.

Suparlan, katanya, segera memberitahukan apa yang dilihatnya kepada warga lain. “Kami yang mendapat laporan pun segera menghubungi polisi agar dilakukan olah TKP dan evakuasi terhadap mayat tersebut,” katanya.

Kapolsek Sulang Ajun Komisaris Polisi Binuka menyebutkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan tak ditemukan selembar pun identitas dari tubuh jenazah itu.

Namun, pihaknya memperkirakan bahwa pria tersebut berusia sekitar 40 tahun, bertinggi badan 165 centimeter, bertelanjang dada, mengenakan cincin pada jari kelingking tangan kanan, dan mengenakan celana pendek bertuliskan SMPN 2 Sulang.

Disebutkan, saat pertama kali dievakuasi, dari hidung dan mulut korban masih mengeluarkan darah. Ditemukan pula luka memar di bagian telingan samping kiri.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah mayat tersebut merupakan korban pembunuhan atau murni tewas karena tenggelam.

“Untuk sementara, sambil menanti pengidentifikasian lebih lanjut, jenazah untuk sementara disemayamkan di kamar mayat RSUD dr R Soetrasno Rembang. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke RSUD untuk mencocokkannya,” tandasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan