Kebutuhan Pupuk Tanaman Pangan Diprioritaskan

Minggu, 12 Februari 2012 | 10:50 WIB


REMBANG – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang berjanji akan memprioritaskan kebutuhan pupuk tanaman pangan meskipun alokasi pupuk urea bersubsidi pada 2012 hanya 23.044 ton lebih rendah dibandingkan usulan yang mencapai 32.119,05 ton.

“Kami akan melakukannya dengan mengurangi jatah pupuk urea bersubsidi untuk petani pesanggem (penggarap hutan) yang membudidayakan tanaman keras,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Mulyono, Minggu (12/2).

Pihaknya mulai berhitung lagi setelah realisasi pupuk jauh dari usulan, namun kebutuhan pupuk tanaman pangan seperti padi dan palawija masih akan menjadi prioritas.

Pengurangan jatah pupuk tersebut, menurut dia, hanya diperuntukan bagi petani budidaya tanaman keras yang tidak semusim. “Sementara pesanggem yang membudidayakan tanaman palawija seperti jagung di lahan hutan, jatah pupuk urea akan tetap diupayakan sesuai dengan yang diusulkan,” kata dia.

Distanhut memang mengusulkan alokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 32.119,05 ton. Alokasi sebanyak itu untuk mencukupi kebutuhan pupuk lahan sawah (25.890,5 ton), lahan hutan (1.433 ton), perkebunan (4.037 ton), dan perikanan budidaya sebanyak 759 ton.

Namun, dalam Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2011 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Rembang hanya dialokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 23.044 ton.

Meski alokasi untuk pupuk urea bersubsidi mengalami pengurangan, imbuh dia, pupuk lainnya, seperti SP-36, amonia sulfat (ZA), NPK atau ponska, dan pupuk organik mengalami kenaikan.

Jika pada 2011, alokasi SP-36 hanya 2.050 ton, pada 2012 naik menjadi 5.334 ton. Demikian halnya amonia sulfat (ZA), dari 7.585 ton menjadi 7.839 ton. Jatah ponska naik dari 12.506 ton menjadi 14.175 ton dan pupuk organik dijatah naik dari 3.765 ton menjadi 8.264 ton.

“Karena realisasi urea jauh lebih kecil, maka kami harus berhitung lagi. Kebutuhan pupuk untuk lahan tanam padi seluas 45.310 hektare sepanjang 2012 akan kami diprioritaskan terlebih dahulu. Sisanya baru untuk kebutuhan lainnya,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan