Awak Kapal Joko Kendil Tewas Terlilit Tali Penarik Jaring

Rabu, 3 September 2014 | 15:06 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KALIORI, MataAirRadio.net – Nasib tragis menimpa Agus (35), awak Kapal Motor Joko Kendil milik Jani warga Tasikagung Kecamatan Rembang. Nelayan asal Ngumpleng Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori ini tewas akibat terlilit tambang penarik jaring bermesin di atas kapal, Selasa (2/9) siang kemarin.

Saat itu korban bersama 11 awak yang lain sedang menarik jaring di perairan antara Pulau Karimun dan Bawean. Namun saat jaring ikan berukuran raksasa itu ditarik menggunakan mesin penggulung, tangannya tersangkut dan terlilit tampar penarik jaring. Tubuh nelayan ini terpelanting dan terseret hingga ke mesin penarik jaring.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda Hartono mengungkapkan, korban mengalami luka memar di tubuh dan luka dalam di bagian perutnya. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju daratan Rembang atau dua mil menjelang Perairan Tasikagung.

Sebenarnya, begitu mengetahui kejadian itu, salah satu rekan sesama awak kapal langsung mematikan mesin penarik jaring. Sementara sebagian awak lain, berusaha melepaskan tubuh korban dari lilitan tali jaring. Seluruh awak kapal itu akhirnya sepakat untuk tidak melanjutkan melaut dan balik menuju ke Pantai Tasikagung.

Rabu (3/9) pagi, jenazah Agus sampai di Rembang. Petugas Pos TNI Angkatan Laut Rembang dan Polisi Perairan segera membawa korban untuk divisum di rumah sakit. Korban dinyatakan murni mengalami kecelakaan laut. Selanjutnya, jenazahnya dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.

Menurut Letda Hartono, kecelakaan laut semacam ini, sudah beberapa kali terjadi. Sebagian bisa menghindar, namun mereka yang nahas, bisa mengalami patah tangan hingga meninggal dunia. Agar tidak terulang, dia berharap kepada para awak kapal untuk bekerja lebih hati-hati dan tidak bercanda.

Sementara itu, kepulangan jenazah Agus langsung disambut pecah tangis keluarganya. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat pada siang harinya. Sumijan, salah satu kerabat Agus mengaku tak menduga korban akan berpulang begitu cepat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan