Selamatkan Padi Roboh, Petani Manfaatkan Bambu

Rabu, 17 April 2013 | 17:02 WIB
Petani di wilayah Kecamatan Kragan memanfaatkan potongan bambu untuk mengikatkan tanaman padi mereka yang roboh. (Foto:Ilyas)

Petani di wilayah Kecamatan Kragan memanfaatkan potongan bambu untuk mengikatkan tanaman padi mereka yang roboh. (Foto:Ilyas)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Kragan memanfaatkan potongan bambu untuk mengikatkan tanaman padi mereka yang roboh diterjang banjir sebelum masa panen tiba guna menghindarkan kerugian atau penyusutan hasil panen.

Mahadi, seorang petani di Desa Kendalagung kepada reporter MataAir Radio, Rabu (17/4) pagi menyebutkan, hampir semua tanaman padinya roboh diterjang banjir.

Jika petani tidak mengikatkan padi yang roboh pada potongan bambu, maka menurutnya, tanaman padi rawan kembali roboh. Selain itu, apabila tidak segera ditangani, buliran padi yang terendam air akan membusuk dan mengurangi hasil panen.

Mahadi juga menyebutkan, ada lebih dari lima hektare lahan tanaman padi yang roboh diterjang banjir dan angin kencang pada dua pekan lalu.

Mahadi menerangkan, padi yang roboh miliknya baru berumur sekitar satu setengah bulan. Mengikatkan padi roboh pada potongan bambu menjadi wajib dilakukan, agar pada saat panen satu bulan mendatang, produksinya tidak berkurang.

Namun dengan cara seperti itu, Mahadi mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan hingga Rp50.000 per petak sawah untuk melakukan perawatan.

Seperti diketahui, tanaman padi milik petani di wilayah Kecamatan Kragan dan Sedan roboh diterjang banjir dan angin kencang belum lama ini. Petani yang bulir tanaman padinya mulai menguning, memilih melakukan panen dini karena takut mengalami kerugian lebih besar. (Ilyas Almustofa)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan