Banyak Kecamatan Belum Sediakan Ruangan Pelayanan E-KTP

Jumat, 24 Februari 2012 | 06:39 WIB

REMBANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang menyatakan masih banyak kecamatan yang belum menyiapkan ruangan khusus untuk pelayanan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP), padahal pemkab setempat merencanakan peluncurannya pada April 2012.

“Sejauh ini, baru Kecamatan Kota Rembang dan Lasem yang telah menyiapkannya. Belum disiapkannya ruangan khusus tersebut disebabkan karena minimnya anggaran di masing-masing kecamatan,” kata Kepala Bidang Kependudukan pada Dinpendukcapil Kabupaten Rembang, Ismail, Jumat (24/2).

Ia menyebutkan, di kecamatan lainnya, pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk masih menyatu di ruangan yang diperuntukkan untuk pelayanan maupun ruang staf kecamatan.

“Kemungkinan besar kebutuhan ruangan khusus ini baru akan teranggarkan pada APBD Perubahan 2012. Untuk sementara, masing-masing pemerintah kecamatan diminta nomboki terlebih dahulu,” kata dia.

Ia juga menyebutkan, untuk membuat ruangan khusus pelayanan E-KTP, diperlukan anggaran setidaknya Rp40 juta. Anggaran tersebut mencakup pengadaan generator, biaya ‘setting tempat’, dan biaya rekening listrik.

“Kebutuhan dana tersebut sebenarnya sudah diusulkan dalam APBD 2012. Hanya saja dalam pengesahan anggaran, alokasi dana E-KTP hanya disetujui sebesar Rp1,472 miliar dari usulan sebesar Rp2 miliar,” kata dia.

Alokasi anggaran Rp1,4 miliar, lanjut Ismail, diperkirakan habis untuk biaya operasional pelaksanaan program E-KTP, antara lain untuk membayar honor tenaga operasional atau operator sebanyak empat orang di masing-masing kecamatan.

Sebanyak 502.320 orang warga di Kabupaten Rembang wajib memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) saat program tersebut diluncurkan pada April 2012. Wajib E-KTP terbanyak adalah warga Kecamatan Kota Rembang sebanyak 67.571 orang warga dan paling sedikit Kecamatan Gunem dengan 19.361 orang.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Gatot Paeran meminta pemkab setempat untuk serius mempersiapkan pelaksanaan program E-KTP. Pasalnya, dari hasil kunjungan kerja Komisi A ke Singkawang baru-baru ini diketahui bahwa daerah itu mampu melayani sekitar 70 persen warga wajib E-KTP sejak program diluncurkan pertengahan 2011. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan