Loper Koran Tewas Kecelakaan

Kamis, 18 Juli 2013 | 11:15 WIB
Korban mengendarai sepeda motor jenis KTM bernomor polisi K 5935 AM.

Korban mengendarai sepeda motor jenis KTM bernomor polisi K 5935 AM.

KALIORI, MataAirRadio.net – Seorang loper koran bernama Hengki Susanto (40) tewas kecelakaan di Jalur Pantura wilayah Desa Purworejo Kecamatan Kaliori, Kamis (18/7) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Awalnya, korban hendak berangkat ke Rembang bersama Yuli Masruni, istrinya diduga untuk mengambil koran. Korban mengendarai sepeda motor jenis KTM bernomor polisi K 5935 AM.

Sementara di belakangnya, melaju truk gandeng bernomor polisi L 9455 UZ yang dikemudikan Sugeng (53), warga Pandangan Kediri, Jawa Timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, Hengki diketahui terjatuh ke badan jalan bersama istrinya. Hengki menderita luka berat di kepalanya dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat hendak dibawa ke rumah sakit. Sementara sang istri, selamat.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengaku masih mendalami kasus kecelakaan itu. Pasalnya, penyebab jatuhnya Hengki masih simpang siur, antara jatuh karena tergelincir bahu jalan atau jatuh setelah terhantam bodi belakang truk gandeng.

Menurut Ismail, Jalur Pantura Kaliori merupakan titik rawan kecelakaan lalu lintas. Tidak hanya itu, jalur tersebut juga merupakan titik lelah bagi pengguna jalan yang menempuh perjalanan jauh.

Khusus untuk kasus kecelakaan yang menimpa loper koran asal RT 4 RW 1 Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori itu, pihaknya mengaku masih harus memeriksa saksi, sopir, dan istri korban untuk menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.

Pascakecelakaan, Ismail berharap agar para pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya lebih waspada. Apalagi jika melintas di jam-jam sibuk, pada pagi dan sore hari. Sementara untuk keperluan penyidikan lebih lanjut, sopir truk gandeng diamankan di sel tahanan Makolantas Polres Rembang.

Sementara itu, setelah sempat disemayamkan di rumah sakit, jenazah Hengki akhirnya dibawa di rumah duka untuk dimakamkan. Selama ini, Hengki meloper koran dan majalah terbitan dari berbagai media. Sebelum memiliki sepeda motor, ia sempat meloper dengan hanya naik sepeda onthel. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan