Panen, Harga Beras Masih Tinggi

Jumat, 24 Februari 2012 | 06:11 WIB


KOTA – Harga beras di pasaran Kabupaten Rembang masih bertahan tinggi dan lebih mahal dibandingkan harga pembelian pihak Bulog setempat, meski musim panen sudah mulai berlangsung di kabupaten itu.

Berdasarkan pantauan, Jumat (24/2), pedagang menyerap beras kualitas biasa seharga Rp6.800 per kilogram, dan dijual pada kisaran Rp7.000 per kilogram. Harga ini jauh di atas patokan harga beras yang baru ditetapkan Perum Bulog yakni Rp6.500 per kilogram.

Adapun harga serapan pedagang atas beras IR 64 atau kualitas medium bertahan di kisaran Rp7.000 per kilogram dan dijual pada kisaran Rp7.200. Sementara, harga beli beras super masih bertahan di kisaran Rp7.400 dan dijual kembali seharga Rp7.600 per kilogram.

“Pedagang hanya menyesuaikan harga. Meski beras lokal mulai membanjiri pasar seiring panen raya yang masih berlangsung, namun harga beras cenderung stabil tinggi,” kata seorang pedagang beras di Pasar Kota Rembang, Sulis.

Perum Bulog memberikan tambahan insentif untuk pembelian gabah dan beras petani, menyusul belum diterbitkannya peraturan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras. Harga gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp4.300 per kg dan beras Rp6.500.

Warni, pedagang beras lainnya menambahkan, pedagang kini masih membatasi penyerapan beras karena khawatir harga anjlok menyusul penetapan harga Bulog yang baru. Rata-rata pedagang hanya menyerap beras untuk mencukupi kebutuhan konsumsi harian.

“Pedagang masih berhati-hati karena khawatir harga turun menyusul panen raya,” kata dia.

Kepala Perum Bulog Rembang Rasyid Hadi mengatakan, pihaknya terus berupaya menyerap beras dari petani lokal. “Setidaknya kami sudah melakukan penyerapan sebanyak 300 ton beras petani. Kami terus berupaya menambah stok beras maupun gabah di gudang untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan