RSUD Butuh Setahun Untuk Akreditasi Standar Baru

Jumat, 13 Juli 2012 | 09:37 WIB
Bupati Rembang Mochammad Salim menandatangani komitmen akreditasi standar baru RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (13/7). (Foto: Puji)

KOTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang bertekad meraih akreditasi standar baru seiring akan berakhirnya masa berlaku akreditasi standar lama yang dikeluarkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Agustus mendatang.

Menurut Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang, Agus Setiya HP saat memberikan sambutannya di acara “Re-Kick Off” Akreditasi Baru RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (13/7), akreditasi standar baru yang diincar rumah sakit plat merah itu butuh waktu dan komitmen bersama jajarannya.

“Kami berharap bisa meraih akreditasi standar baru itu pada 2013. Saat ini, upaya menuju akreditasi standar baru tersebut terus kami upayakan. Sebab, sejatinya pencanangan komitmen untuk meraih akreditasi standar baru tersebut sudah kami mulai 14 Maret 2012,” terangnya.

Agus menyebutkan, untuk terus menggelorakan komitmen itu, pada setiap apel pagi sejak Maret lalu, senantiasa dipekikkan yel-yel berisi penyemangat guna meningkatkan kualitas pelayanan.

“Upaya seperti melakukan studi banding ke rumah sakit yang sudah berakreditasi standar baru seperti ke RS Sanglah Denpasar dan RS Sardjito Yogyakarta sudah kami lakukan. Kami juga sudah mengikutsertakan 60 orang tenaga dari rumah sakit ini untuk mengikuti pelatihan guna mendukung akreditasi standar baru nanti,” katanya menguraikan.

Ia menjelaskan, akreditasi standar baru mengacu pada standar internasional dari Join Commission International (JCI) yang disusun dalam 323 standar dan 1.048 elemen.

“Sampai Juli 2012, baru ada lima rumah sakit di Indonesia yang mengantongi akreditasi internasional dan ada tujuh rumah sakit vertikal menjadi percontohan dari Kementerian Kesehatan terkait akreditasi standar baru. Untuk RSUD dr R Soetrasno, kami sudah menunjuk panitia akreditasi pada Desember 2011 lalu,” paparnya.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Giri Saputra menambahkan, dalam akreditasi standar baru, ada beberapa yang membedakannya dengan standar lama.

Ia mencontohkan pelayanan pasien. Setiap pasien yang masuk ke rumah sakit, harus dilakukan “assesment” berupa nyeri, risiko, jatuh, status gizi, psikologis, ekonomi, budaya, dan agama. “Pada akreditasi standar lama tidak sedetil ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Giri, dalam melakukan identifikasi pasien harus menggunakan dua identitas, dilengkapi gelang pasien yang terdiri atas gelang nama, jenis kelamin, gelang khusus pasien berisiko.

“Contoh lainnya, dalam komunikasi efektif, bila menerima permintaan melalui telepon harus membacakan ulang isi perintah dan yang memberikan perintah harus mengonfirmasikan ulang serta harus membubuhkan paraf pada dokumen. Ini yang harus dipenuhi dalam standar baru, yang pada standar lama tidak disebutkan,” imbuh dia.

Ia pun menyebutkan, perlu waktu paling tidak satu tahun untuk mewujudkan RSUD dr R Soetrasno berakreditasi standar baru. “Sejak ‘re-kick off’ ini, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sebagaimana ketentuan dalam standar baru,” tegasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan