Pelajar SMA 2 Rembang Sabet Juara Pertama ESC Jateng-DIY

Selasa, 29 Mei 2012 | 06:41 WIB


KOTA – Pelajar SMA 2 Rembang mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet juara pertama di ajang “English Speech Contest (ESC)” tingkat Jateng-DIY yang digelar Universitas Negeri Semarang, 26-27 Mei 2012 lalu.

Meski bersaing dengan 50 kontestan lainnya yang merupakan pelajar SMA-SMA ternama di Jateng-DIY, Fauziah Wahyuning Aprilinda (17) siswa Kelas XI Bahasa SMA 2 Rembang, tampil sebagai yang terbaik.

“Program Bahasa menjadi unggulan sekolah kami. Pelajar kami mampu tampil sebagai yang terbaik di ajang ini dalam dua tahun berturut-turut,” terang Kepala SMA 2 Rembang, Sumarno didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Hidayatun, Selasa (29/5).

Karena itu, apabila tahun depan pelajar SMA 2 Rembang mencatatkan diri sebagai yang terbaik lagi, sekolah yang beralamatkan di Jalan Gajahmada itu akan memperoleh piala tetap English Speech Contest tingkat Jateng-DIY.

“Kami optimistis bisa mewujudkannya mengingat pembelajaran yang kami berikan selama ini cukup intensif. Kami memilih mengawal siswa yang ditengarai bisa diandalkan untuk digembleng sejak duduk di Kelas X,” jelas Sumarno.

Sementara itu, Fauziah Wahyuning Aprilinda mengatakan, keberhasilannya menyabet juara pertama di ajang itu merupakan buah kerja kerasnya dengan fasilitas dari pihak sekolah.

“Aroma kompetisi di ajang English Speech Contest sangat terasa berat. Namun, dari dua babak yang disediakan pihak penyelenggara, puji syukur saya bisa melaluinya dengan baik,” terang dia yang akrab disapa Linda itu.

Pada babak pertama ajang itu, Linda yang seorang penyuka bakso itu mampu membawakan dengan baik pidato berbahasa inggris bertajuk “Go Green”, meski diakuinya topik itu cukup berat untuk dibawakan.

“Alhamdulillah sebagai siswa saya juga aktif di komunitas seni ‘Kethek Ogleng’. Di komunitas itu, saya mendapatkan pelajaran sekaligus pengalaman mengenai pengelolaan lingkungan hijau berbasis komunitas. Itu yang coba saya gali dan sampaikan dalam pidato saya,” kata Linda yang asal Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan itu.

Apalagi, sekolahnya juga ‘concern’ soal ‘Go Green’. “Membawakan pidato bertajuk ‘Go Green’, saya bisa melalui dengan baik,” tandas dia.

Pada babak kedua, gadis kelahiran 10 April 1995 itu pun kembali merasa tertantang setelah hasil undian meminta dia membawakan pidato berbahasa inggris dengan tajuk “Korupsi dan Penegakan Hukum”.

“Dalam pidato, saya tekankah bahwa korupsi berpotensi menjadi budaya buruk di negeri ini yang untuk meredamnya harus dimulai dari masing-masing diri setiap insan. Sementara penegakan hukum atas kasus korupsi, harus dimulai dari penegak hukum itu sendiri,” papar putri bungsu pasangan Fauzi Anwar dan (Alm) Sumardiyah itu. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan