Plastik Bekas Laku Kawasan Pantai Diburu

Senin, 25 Juni 2012 | 10:03 WIB
Usaha pengepulan plastik bekas di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang, Senin (25/6). (Foto: Puji)

KOTA – Sampah plastik di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Kecamatan Rembang kerap menjadi perburuan para pemulang sejak sampah anorganik itu laku di pasaran.

Tak elak, kawasan pantai yang sering dikotori sampah plastik dari kapal-kapal yang banyak merapat di pelabuhan setempat, menurut pantauan Senin (25/6), menjadi tampak lebih bersih dari sebelumnya.

Rupadi, salah seorang pekerja pada tempat pengepulan sampah plastik di kawasan PPP Tasikagung, menuturkan, sampah plastik tersebut dikepulnya dari sekitar 20-an pemulung.

“Pemulung-pemulung itu biasa beroperasi di kawasan Pantai Tasikagung saja. Dari situ pun, mereka sudah bisa mengumpulkan plastik lumayan banyak,” tutur dia yang mengaku berasal dari Desa Waru, Kecamatan Rembang itu.

Ia menyebutkan, harga plastik bekas jenis polietilen dan polistiren yang bisa mencapai Rp1.100 nampaknya menjadi penyemangat para pemulung untuk mengumpulkan plastik dalam jumlah banyak setiap hari.

“Soal harga, bos saya biasanya membeli dengan harga Rp1.000-Rp1.100 per kilogram. Plastik-plastik bekas yang telah tumpuk rapi selanjutnya dikirim ke Surabaya,” terang Rupadi yang mengatakan bahwa usaha itu milik Ida Sukoco, warga Sumberjo Kecamatan Rembang.

Ia juga menyebutkan, dalam satu minggu, pihaknya mampu mengepul paling sedikit dua ton plastik bekas siap kirim. “Kalau per hari ya tinggal dirata-rata. Sekitar hampir tiga kuintal per hari,” terang dia.

Kepala Desa Tasikagung, Supolo dalam wawancara telepon dengan suararembang mengungkapkan, keberadaan pemulung yang memungut sampah-sampah plastik cukup membantu kebersihan pantai setempat.

“Selama ini, kami memang berupaya mengimbau para nelayan ataupun anak buah kapal untuk tidak membuang sampah plastik secara sembarangan ke laut. Namun tetap saja ada yang membandel. Dengan ‘bantuan’ dari pemulung-pemulung itu, kebersihan pantai dan laut setempat bisa terjaga,” tandas dia.

Menurut dia, sebenarnya aksi membuang sampah plastik secara sembarangan ke laut justru merugikan kapal nelayan, baik yang hendak menambatkan kapalnya maupun yang hendak berangkat melaut.

“Plastik-plastik yang dibuang secara sembarangan itu bisa saja menyangkut di baling-baling (kipas) penggerak kemudi kapal dan ini merugikan nelayan sendiri,” kata dia.

Supolo juga mengungkapkan, kendati pengepul sampah plastik itu bukan warga setempat, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan. “Selagi mereka bisa menjaga kebersihan dan tidak mengganggu aktivitas bongkar muat kapal, saya pikir tidak bermasalah,” tegas dia.

Namun, imbuh dia, pihaknya justru meminta para pemulung yang kerap beroperasi di wilayah pantai setempat agar tidak bertindak macam-macam, memanfaatkan kesempatan untuk berbuat yang tidak benar.

“Dan tentu saja, mereka harus berhati-hati saat mengambil sampah-sampah plastik yang terapung di laut. Mereka bisa saja terpeleset dan tercebur ke laut jika tak berhati-hati,” tegas Supolo. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan