BPBD Usulkan Bantuan 4,35 Juta Liter Air Bersih

Selasa, 26 Juni 2012 | 07:00 WIB
Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso. (Foto: Puji)

REMBANG – Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyatakan sedang menyusun proposal pengajuan bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mengendalikan kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau 2012 di daerah ini.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso, Selasa (26/6) menyebutkan, jumlah bantuan air bersih yang diusulkan kepada Pemprov Jateng itu tak kurang dari 1,5 juta liter, sedangkan usulan ke BNPB sebanyak 2,85 liter.

“Sebagaimana pada 2011, pada 2012, kami kembali mengajukan bantuan air bersih kepada Pemprov sebanyak 1,5 juta liter. Biasanya, penyalurannya melalui Badan Koordinasi Pembangunan Lintas Wilayah I Pati,” terang dia melalui wawancara telepon.

Menurut Suharso, dari sebanyak 287 desa di kabupaten ini, 80 di antaranya selama ini dinyatakan sebagai daerah rawan kekeringan. “Setiap musim kemarau tiba, daerah-daerah itu rentan kekeringan,” ujar dia.

Meski demikian, ungkap dia, sampai dengan Selasa (26/6), pihaknya belum satu pun menerima tembusan permintaan bantuan air bersih dari warga.

“Mungkin sudah masuk di Bagian Kesra Setda Rembang. Namun kami belum menerima tembusannya,” terang dia.

Suharso menambahkan, untuk usulan bantuan air bersih ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun dibuat sama dengan tahun lalu.

Tahun 2011, pemkab setempat menerima bantuan sebanyak 570 tangki atau setara 2,85 juta liter air bersih. “Kami juga mengusulkan jumlah bantuan air yang sama dengan 2011, kepada BNPB. Kami yakin usulan tersebut bisa dipenuhi,” imbuhnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Abdullah menyebutkan, sampai dengan Senin (25/6), sudah ada sebanyak 61 desa di 12 kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih kepada Pemkab Rembang, untuk mengurangi beban warga selama musim kering.

“Hanya dua kecamatan yakni Pancur dan Kragan yang belum memasukkan data desa rawan bencana kekeringan,” terang Abdullah.

Untuk mengendalikan kekeringan pada musim kemarau tahun ini, Abdullah menyebutkan, Pemkab Rembang telah menganggarkan dana tak kurang dari Rp192 juta.

“Dalam setiap pengajuan, desa wajib mencantumkan jumlah kepala keluarga penerima, lokasi RT atau RW, dan estimasi waktu pengedropan air bersih,” jelas dia.

Menurut rencana pengedropan bantuan air bersih ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan tersebut akan mulai dilakukan pada akhir Juli 2012, katanya menambahkan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan