Kades Se-Kecamatan Rembang Minta Raskin Juni-Desember Ditangguhkan

Selasa, 12 Juni 2012 | 08:14 WIB


KOTA – 34 kepala desa/lurah di Kecamatan Kota Rembang, Selasa (12/6), bersepakat meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk menangguhkan alokasi beras untuk keluarga miskin (raskin) periode Juni hingga Desember 2012.

Ketua Paguyuban Kepala Desa/Kepala Kelurahan Kecamatan Kota Rembang (Pakkar), Kaseri menjelaskan, permintaan penangguhan alokasi raskin itu lantaran berdasarkan data rekapitulasi jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) raskin hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 (PPLS 2011), terjadi penurunan penerima secara drastis.

“Penerima raskin ‘by name by address’ sesuai hasil PPLS 2011 untuk 34 desa/kelurahan di Kecamatan Kota Rembang menurun dari jumlah semula 8.045 RTS menjadi 6.291 RTS,” ujar dia.

Masalahnya, lanjut dia, tidak terbatas pada penurunan jumlah RTS penerima manfaat raskin. “Tetapi juga lantaran mereka-mereka yang mendapatkan alokasi raskin sesuai data PPLS ditemukan banyak yang tidak layak. Ada seorang pensiunan yang dijatah raskin. Ada pula yang memiliki mobil namun dapat. Ini kan repot,” katanya.

Sementara, terang dia, di luar mereka yang menerima jatah itu, justru banyak yang berkondisi ekonomi jauh di bawahnya tetapi tak dialokasi raskin.

“Kalau keadaannya seperti ini dan kami masih membaginya sesuai data yang ada, bukankah ini akan menyebabkan ketegangan di masyarakat?” katanya mempertanyakan.

Misalnya Desa Pandean. Semula dialokasi raskin untuk 154 RTS, namun sekarang tinggal 85 RTS. “Kalau dibagi sesuai data, sama saja mengadu kami dengan warga,” katanya.

Jika pun kemudian kepala desa/lurah membagi alokasi raskin dengan rata, imbuh dia, bukankah juga akan menimbulkan pertentangan di masyarakat.

“Warga tahunya data penerima itu Kades/lurah. Sementara penerbitan data penerima raskin ini tidak atas konfirmasi dengan pemerintah desa,” katanya.

Penangguhan pengalokasian raskin tersebut, tegas dia, diminta agar dilakukan sampai dengan dilakukannya verifikasi ulang atas data penerima raskin.

“Surat permintaan penangguhan raskin ini akan kami sampaikan kepada Bupati, besok (13/6). Tidak desa/kelurahan yang mengalami pengurangan jatah saja yang menyatakan meminta penangguhan, yang mengalami penambahan pun juga mendukung permintaan ini,” kata dia.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkab Rembang, Sukandar mengatakan, meski jumlah penerima raskin di Kecamatan Kota menurun, namun alokasi raskin di Kabupaten Rembang bertambah hingga 10.896 RTS.

“Itu sesuai data dari Menkokesra sebagaimana hasil PPLS 2011. Data itu hanya untuk Raskin, bukan untuk penerima bantuan sosial lainnya seperti Jamkesmas atau yang lain,” tegas dia.

Sukandar berharap, para camat bisa segera melakukan sosialisasi secara proporsional agar warga bisa menerima perubahan itu. “Kami sudah sosialiasikan perubahan data penerima raskin ini sebelumnya,” tegas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan