Pemanfaatan Bekas Kantor Dishub untuk Karaoke Menuai Kecaman

Rabu, 28 Oktober 2015 | 17:39 WIB
Bagian belakang lokasi bekas Kantor Dishub Rembang yang ditengarai kuat akan dipakai untuk usaha karaoke. Usaha karaoke dikecam karena didirikan di tengah kota. (Foto: Pujianto)

Bagian lokasi bekas Kantor Dishub Rembang yang ditengarai kuat akan dipakai untuk usaha karaoke. Usaha karaoke dikecam karena didirikan di tengah kota. (Foto: Pujianto)

 

KOTA, mataairradio.com – Rencana pemanfaatan gedung bekas kantor Dinas Perhubungan Rembang di bilangan Jalan Kartini untuk usaha usaha karaoke menuai kecaman dari kalangan masyarakat.

Anggota Komisi D DPRD Rembang Zaimul Umam, Rabu (28/10/2015) siang mengatakan, pendirian karaoke di pusat kota, tidak pas dan usaha karaoke baru perlu dikendalikan.

“Terlebih jika didirikan di pusat kota seperti yang akan dibuat di bilangan Jalan Kartini. Apalagi jika izinnya selintutan, misalnya berkedok rumah makan,” katanya kepada mataairradio.

Agar tidak ada penyalahgunaan, Umam mengaku akan memanggil pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Rembang guna meminta klarifikasi.

“Kami akan panggil Dinas Pariwisata, agar tahu sejauh mana rekomendasinya. Apa pernah menerbitkan rekomendasi usaha karaoke di bekas kantor Dinas Perhubungan, atau tidak,” tegasnya.

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko mengungkapkan ada beberapa LSM yang menghubunginya dan mengabarkan pemanfaatan gedung bekas kantor Dishub untuk usaha karaoke.

“Secara pribadi, saya akan segera mengevaluasi proses izin untuk usaha tersebut,” katanya.

Menurutnya, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu mestinya tidak memberi izin usaha tanpa melihat lebih dulu kondisi lingkungannya.

“Secara pribadi saya tidak sepakat usaha karaoke di tengah kota. Apalagi berdekatan dengan kantor dinas dan sekolahan,” kecamnya.

Meski mengecam, tetapi dia belum akan merekomendasi penghentian perizinan karaoke.

“Kami akan meminta dulu dinas terkait, agar ketika ada pengajuan rekomendasi usaha karaoke dari pemanfaat bekas kantor Dishub, supaya ditolak saja,” tandasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Rembang Sunarto ketika dikonfirmasi menyatakan belum pernah merekomendasi rencana usaha karaoke di bekas kantor Dishub.

“Saya tidak pernah (menerbitkan rekomendasi usaha karaoke di bekas Kantor Dishub Rembang),” katanya tanpa menjawab, apakah sudah ada permintaan rekomendasi dari pemanfaat atau belum.

Sementara Kepala Seksi Pengelolaan Perizinan pada KPPT Kabupaten Rembang Abdul Rozak mengatakan, izin yang diajukan oleh pemanfaat bekas kantor Dishub adalah rumah makan yang dilengkapi fasilitas karaoke.

“Di awal, KPPT mengingatkan, karaoke yang menjadi pelengkap fasilitas rumah makan ini, harus didesain terbuka. Semacam lesehan,” katanya.

Namun ketika KPPT survei ke lapangan, ada indikasi desain ruang karaoke disekat-sekat secara tertutup, sehingga dilayangkan teguran.

Kepala Bidang Aset pada DPPKAD Rembang Harjono mengatakan, bekas kantor Dishub disewa pengusaha asal Pati seninilai Rp700 juta per 5 tahun.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan