Warga PKBM Sluke Produksi Tas Berbahan Plastik Bekas Bungkus Kopi

Rabu, 13 Agustus 2014 | 14:00 WIB
Warga di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utomo Sluke memproduksi tas unik berbahan baku plastik bekas bungkus kopi berbagai merek. (Foto:Pujianto)

Warga di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utomo Sluke memproduksi tas unik berbahan baku plastik bekas bungkus kopi berbagai merek. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Warga di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utomo Sluke memproduksi tas unik berbahan baku plastik bekas bungkus kopi berbagai merek. Tas unik ini dipamerkan dan dijual di kompleks Balai Kartini Rembang, Rabu (13/8) pagi.

Salah satu warga Dusun Jambu Desa Sedangmulyo yang membuat tas tersebut, Maslihah mengaku hanya berusaha memanfaatkan limbah plastik yang ada di sekitar permukiman. Ide membuat tas unik tersebut muncul setelah sebelumnya, mereka mendapat pelatihan membuat tas.

Menurutnya, bersama warga belajar lainnya yang perempuan, kini sudah diproduksi lebih dari 100 tas dengan harga lebih dari Rp100.000 per buah. Dia juga menyebutkan, hanya dibutuhkan 20-30 lembar plastik bekas pembungkus kopi kemasan 27 gram.

Ketua PKBM Budi Utomo Sluke Sutrisno membeberkan, ide awal pembuatan tas unik tersebut bermula dari banyak berserakannya plastika bekas bungkus kopi di warung-warung. Ada banyak warga di sekitar PKBM yang memiliki kebiasaan “ngopi” dari kopi dalam kemasan.

Menurutnya, agar tidak menumpuk sebagai sampah, ditawarkannya ide membuat tas dengan bahan plastik bekas pembungkus kopi. Ide tersebut dilepas ke warga belajar, karena mereka memang sudah pernah mendapat pelatihan pembuatan tas. Hingga saat ini, 20 warga belajar terlibat dalam produksi tas ini.

Dia mengakui harga tas unik tersebut mahal karena memang segmentasi pasarnya kelas menengah. Dia pun yakin, produk karya warga belajar ini akan bisa diterima oleh masyarakat. Sebagai salah satu buktinya, baru dua hari dipamerkan, dia menyebut sudah ada beberapa orang yang berminat mengoleksinya.

Sebenarnya tidak hanya tas unik berbahan plastik bekas bungkus kopi saja yang diproduksi warga belajar di PKBM Budi Utomo. Saat MataAir Radio datang untuk menyambangi stan pameran mereka, ternyata juga ada produk ikat pinggang dan dompet produksi warga belajar.

Untuk diketahui, warga belajar ini adalah mereka yang pernah mengikuti program aksara kewirausahaan. Keterampilan yang dilatihkan kepada mereka ini salah satunya untuk mencegah yang sudah melek huruf, kembali mengalami buta aksara. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan