Harga Lelang Gula Lampaui HPP

Senin, 11 Juni 2012 | 01:38 WIB


REMBANG – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia menyatakan harga lelang gula saat ini meningkat, bahkan melampaui harga pembelian pemerintah (HPP) gula 2012. HPP gula ditetapkan Rp8.100 per kilogram, sedangkan harga lelang gula dalam sepekan terakhir menyentuh Rp10.500 per kilogram.

“Harga lelang gula pada Selasa (5/6) bahkan sempat menyentuh Rp10.700 per kilogram, namun pada akhir pekan ini (pekan lalu, red) turun menjadi Rp10.500 per kilogram,” kata Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Rembang, Maryono kepada suararembang, Sabtu (9/6).

Tingginya harga lelang gula itu, menurut Maryono, antara lain diduga akibat relatif tingginya rendemen mencapai 6,7 persen. “Bahkan pada puncak masa tebang nanti, rendemen bisa mencapai 8 persen. Tingginya harga lelang ini jelas menguntungkan petani,” tandas Maryono.

Selain karena tingginya rendemen, peningkatan harga lelang gula ini juga diduga karena perembesan gula rafinasi untuk konsumsi langsung sudah mulai berkurang di pasaran.

“Ini akibat desakan petani tebu, DPR, dan pemerintah yang meminta industri tak lagi menjual gula rafinasi langsung kepada masyarakat,” terangnya.

Maryono yang juga petani tebu dengan luasan lahan sekitar 17 hektare itu menambahkan, harga lelang gula yang melampaui HPP tersebut baru kali ini terjadi, setidaknya dalam tiga tahun terakhir.

“Cuaca yang cenderung normal menjadi pemicu tingginya rendemen dan harga lelang gula,” kata dia.

Ditambahkan, keberpihakan memang tengah menyelimuti petani tebu tahun ini. “Selain harga dan rendemen yang tinggi, dari sisi produktivitas per hektare, pun mengalami kenaikan kendati tak cukup signifikan. Tahun lalu, produktivitas tebu per hektare paling banter 3,8 kuintal, sedangkan 2012 ini rata-rata lebih dari 4 kuintal,” ujar dia.

Menurut catatan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, luasan lahan tebu di daerah itu tak kurang dari 7.000 hektare. Apabila produktivitas per hektare pada tahun ini mencapai rata-rata empat kuintal, maka produksi tebu pada 2012 bakal menembus 2.800 ton. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan