Sepekan Lagi, Pembelian Tembakau Petani Rembang Disetop

Senin, 13 Oktober 2014 | 14:16 WIB
Suasana gudang pembelian tembakau di Desa Landoh Kecamatan Sulang. (Foto:Rif)

Suasana gudang pembelian tembakau di Desa Landoh Kecamatan Sulang. (Foto:Rif)

 

SULANG, mataairradio.com – Para petani tembakau di Kabupaten Rembang sudah tak lagi bisa menjual hasil panennya mulai 21 Oktober 2014 atau masih satu pekan lagi. Pembelian tembakau dari petani disetop sementara oleh PT Sadana Arifnusa mulai 21-30 Oktober untuk jeda istirahat.

“Tanggal 21-30 Oktober 2014, pembelian tembakau dari petani dihentikan sementara oleh pihak Sadana. Berhenti karena jeda istirahat,” ungkap Ketua APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Rembang Maryono, Senin (13/10/2014) siang.

Setelah tanggal tersebut, pihak Sadana selaku perusahaan mitra, menurut Maryono, tak akan langsung membuka gudang untuk kembali membeli tembakau petani. Mereka terlebih dahulu akan melakukan pendataan.

“Setelah tanggal 30 Oktober 2014 atau mulai tanggal 1-5 November 2014, Sadana akan melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan apakah masih ada tembakau di tingkat petani,” terangnya.

Dari hasil pendataan ini akan disediakan lagi waktu untuk pembelian tembakau petani, mulai tanggal 5-10 November 2014. “Pembelian akan disetop total pada 10 November mendatang,” tandas Maryono.

Sementara itu, dari hasil pemantauan di internal APTI Rembang, hingga saat sekarang, masih tersisa sedikit daun di tanaman tembakau petani. Namun di wilayah Kecamatan Kaliori, sudah semuanya habis terpanen.

“Kalau di kecamatan selain Kaliori, masih ada sisa sedikit-sedikit. Di Kaliori sudah tuntas awal Oktober kemarin. Maka dari itu, diperlukan kepastian soal tembakau yang tersisa di lahan atau di tingkat petani,” imbuhnya.

Mengenai total bobot tembakau yang sudah diserap oleh pihak PT Sadana Arifnusa sepanjang musim tembakau tahun ini, pihak APTI belum menerima info dari perusahaan.

“Soal serapan, kami belum dapat info. Namun jika berkaca pada produktivitas rata-rata per hektare yang 1,5 ton, maka hingga akhir pembelian nanti akan ada serapan lebih dari 3.750 ton karena total areal pengembangan tembakau yang 2.500 hektare,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan