Satpol PP Jateng-Jatim ‘Sweeping’ Protitusi di Pantura Sarang

Monday, 13 October 2014 | 14:28 WIB
Daerah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Foto:rif)

Daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Foto:Rif)

 

SARANG, mataairradio.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang bersama Satpol PP Jawa Tengah dan Jawa Timur, Senin (13/10/2014) pagi menggelar razia prostitusi dan peredaran minuman beralkohol tinggi (miras) di wilayah Pantura Kecamatan Sarang.

Seorang pekerja seks komersial (PSK) asal Tuban diamankan dari salah satu warung tepi jalan di wilayah Pantura Kalipang. Petugas Satpol mendata dan mengamankan kartu tanda penduduk milik PSK yang bersangkutan. Namun PSK ini tidak turut dibawa ke Markas Satpol PP Rembang.

Setelah itu, petugas yang bergeser ke warung lain di Pantura Serbung Desa Temperak, gagal menemui PSK yang ditengarai banyak mangkal di warung tepi jalan Pantura Sarang.

“Mungkin bocor. Karena setelah tim memasuki salah satu warung, ada beberapa PSK yang kabur lebih dulu. Buktinya, televisi dan kompor masih dibiarkan menyala, saat kita masuk warung,” ungkap Kepala Satpol PP Rembang Slamet Riyadi.

Selain satu PSK, petugas tidak berhasil menemukan miras dari sejumlah warung. Padahal diinformasikan terjadi peredaran minuman beralkohol tinggi di beberapa warung ini.

“Muspika Sarang sering merazia kalau miras. Jadi waktu inspeksi hari ini, nggak ada yang kita temui,” ujar Slamet berkilah.

Menurutnya, kegiatan razia prostitusi dan peredaran miras di Pantura Perbatasan Jateng-Jatim merupakan program tetap Satpol PP di Ratubangnegoro atau Blora, Tuban, Rembang, dan Bojonegoro.

“Sebelum turun lapangan, kita tadi sempat koordinasi dulu di Kantor Kecamatan Sarang sekitar pukul 09.00 WIB. Kita turun lapangan selama sekitar satu jam atau hingga pukul 10.00 WIB,” terangnya.

Slamet menambahkan, razia belum dilakukan terhadap pedagang kaki lima di sepanjang Pantura Sarang dan perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur. Namun, pihaknya akan mengintensifkan sendiri razia prostitusi dan miras, di luar kerjasama Ratubangnegoro.

“Di luar program tetap Satpol PP di lingkup Ratubangnegoro, Satpol PP Rembang berencana mengintensifkan razia di Perbatasan Rembang-Tuban pada lain kesempatan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan