Dana Pascakrisis Selamatkan 15 Pasar Desa

Sabtu, 28 Januari 2012 | 08:09 WIB

KOTA – Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) pascakrisis 2011 mampu menyelamatkan keberadaan sebanyak 15 pasar desa di Kabupaten Rembang, kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Keluarga Berencana setempat, Slamet Haryanto.

Menurut dia, Sabtu (28/1), sebagian besar bangunan pasar tersebut sebelumnya sangat memprihatinkan, namun saat ini perbaikan dan pembangunan los baru pasar desa tersebut diharapkan akan mampu menumbuhkan perekonomian warga diwilayah pedesaan.

Ia menyebutkan sebanyak 15 pasar desa tersebut tersebar di Kecamatan Kragan (9), Kaliori (3), Sluke, Sarang, dan sedan masing-masing satu pasar.

“Anggaran rehabilitasi untuk pasar desa selama ini tergolong kecil, bahkan nyaris tidak ada. Maka warga berinisiatif memperbaikinya menggunakan dana pascakrisis ini,” kata dia.

Pada 2011, Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran Rp3,7 miliar untuk enam kecamatan di kabupaten tersebut. Enam kecamatan tersebut Bulu, Kaliori dan sluke yang masing-masing mendapatkan Rp500 juta.

Adapun Kecamatan Kragan (Rp850 juta), Sarang (Rp675 juta), dan sedan (Rp675 juta). “Total ada 124 desa yang mendapatkan kucuran dana ini,” kata dia.

Ia juga menyebutkan dana PNPM MPd pascakrisis telah terserap 100 persen. “Kegiatan dari bantuan tersebut mulai dilakukan Januari 2012. Upaya penyelamatan bangunan pasar desa yang sebagian tak layak tersebut merupakan inisiatif warga sendiri,” kata dia.

Menurut Slamet, warga melalui forum musyawarah antardesa (MAD) memang diberi hak penuh untuk menggunakan dana tersebut.

“Rata-rata memang digunakan untuk kegiatan rehabilitasi pasar, serta sarana penunjang seperti perbaikan akses jalan. Lainnya digunakan untuk menggelar kegiatan pelatihan keterampilan dan usaha ynang sudah ada didesa masing-masing,” kata dia.

Selain bangunan pasar, kata dia, warga sebelumnya melalui bantuan serupa tahun 2011 juga telah membangun pusat jajaran serba murah (pujasera).

“Di pujasera yang dikelola pihak desa warga bisa berjualan aneka makanan khas daerah setempat. Banyak pujasera yang kemudian menjadi jujukan warga berwisata kuliner,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan