Diserang Ulat Bulu, Aktivitas Belajar Terganggu

Saturday, 28 January 2012 | 08:21 WIB


SEDAN – Ulat bulu menyerang Desa Dadapan, Kecamatan Sedan sehingga menyebabkan aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jam’iyyatus Sholihin di desa setempat terganggu.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (28/1), serangan ulat bulu mengakibatkan gatal-gatal pada sebanyak 86 siswa madrasah tersebut, juga para guru di MI setempat.

Kepala MI Jam’iyyatus Sholihin, Zubaer Usman menuturkan, ulat buku berukuran panjang sekitar lima centimeter tersebut mulai menyerang sepekan terakhir dan diduga ekses dari Desa Sendang dan Terjan, Kecamatan Kragan.

“Barangkali penyebaran ulat bulu dibantu hembusan angin dari arah barat selatan. Serangannya memang membuat aktivitas belajar mengajar di madrasah kami terganggu,” kata dia.

Bahkan, pada Kamis (26/1) lalu, pihak sekolah sempat memulangkan para siswanya lebih awal akibat mengalami gatal-gatal hebat saat jam pelajaran berlangsung. “Tidak hanya siswa, guru juga mengalami gatal-gatal,” kata dia.

Zubaer mengaku gelisah dengan serangan ulat bulu, apalagi jika sampai berlanjut. “Para siswa jelas tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar. Ini membuat kami gelisah, sebab para siswa sedang intensif mengikuti tambahan belajar menyambut ujian nasional,” kata dia.

Pihaknya sudah meminta dinas terkait untuk melakukan penyemprotan, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. “Serangan ulat bulu berpotensi semakin menjadi karena belakang madrasah merupakan kawasan hutan jati rakyat,” kata dia.

Selain mengganggu aktivitas belajar, serangan ulat bulu juga meresahkan warga sekitar madrasah. Ulat bulu dilaporkan sudah masuk ke dalam bak mandi warga sehingga menyebabkan gatal-gatal.

Menurut keterangan warga setempat, ulat bulu yang menempel di batang cenderung lebih ganas dibandingkan yang menempel di daun tanaman warga. “Warga pernah secara mandiri melakukan pengasapan dan melakukan pengoboran pada tanaman yang diserang ulat bulu. Namun upaya itu tidak mempan,” kata seorang warga setempat, Ali.

Warga yang terserang gatal, kata dia, sempat kebingungan mengobatinya. “Gatal-gatal nyaris tidak bisa diobati dengan minyak kayu putih. Warga pun mengobati gatalnya, dengan abu sisa pembakaran dapur kayu,” kata dia.

Ia pun berharap pemerintah segera turun tangan membantu warga. “Karena pengasapan sudah tidak mempan, kami berharap pemerintah segera membantu dengan melakukan penyemprotan dengan obat pengendali hama,” kata dia.

Selain di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, serangan ulat bulu dikabarkan juga mulai merambah Lasem. Desa Gowak dilaporkan diserang hama yang sempat membingungkan sejumlah wilayah di Jawa Timur, April 2011 silam. (Puji)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan