Pengusaha Hotel Keluhkan Aturan Pengusahaan Air Tanah

Sabtu, 28 Januari 2012 | 08:08 WIB

KOTA – Sejumlah pelaku bisnis perhotelan di Kabupaten Rembang mengeluhkan adanya peraturan baru terkait pengusahaan air tanah sebab mereka diwajibkan memasang meteran air sendiri untuk mengukur penggunaan air yang digunakan keperluan usahanya.

Menurut Pemilik Hotel Rantina Rembang, Ranto, Sabtu (28/1), kewajiban memasang meteran sendiri merupakan aturan yang tidak masuk akal, sebab pihaknya sudah dibebani pajak.

“Kewajiban ini tidak masuk diakal, mengapa kami sudah dibebani pajak, masih disuruh beli dan masang sendiri meteran air,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya lebih banyak mengandalkan air dari sumur resapan dan membeli ke pemasok air untuk menunjang usahanya. “Air di sumur resapan peninggalan era Belanda itu pun bisa dimanfaatkan saat musim hujan,” kata dia.

Pajak air tanah untuk kalangan usaha dikutip seiring diterbitkannya Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah. Jika sebelumnya pajak disetor langsung ke Pemprov Jateng, kini pemkab yang mengelola pajak tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rembang Eddy Kursisbiyanto mengemukakan, kewajiban baru itu belum saatnya diterapkan.

Apalagi, kata dia, usaha perhotelan di Rembang kini tengah mengalami kejenuhan. “Saat ini hotel anyar banyak berdiri. Padahal Rembang bukan daerah tujuan wisata sehingga lonjakan tamu hanya terbatas saat ada momen tertentu,” kata dia.

Pengelola Hotel Perdana Rembang ini meminta pemkab jangan menuntut hak berlebihan dari pelaku usaha khususnya sektor perhotelan, apalagi sudah banyak jenis pajak yang harus ditanggung anggotanya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang Agus Supriyanto mengatakan, pajak air tanah akan dibebankan kepada semua pelaku usaha yang memanfaatkan air tanah. (Puji)




One comment
  1. Pembicara Internet Marketing ukmbiznet

    April 27, 2015 at 3:44 pm

    Semoga dengan berganti rezim akan memberikan kemudahan bagi pengusaha hotel

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan