Aset PNPM Naik Rp10 Miliar Setiap Tahun

Jumat, 20 Januari 2012 | 07:44 WIB
KOTA – Aset Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) di Kabupaten Rembang naik hingga Rp10 miliar setiap tahun.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Rembang Slamet Haryanto, Jumat (20/1 menyebutkan, hingga Desember 2011, aset yang dikelola UPK di 13 kecamatan di kabupaten ini mencapai Rp38,3 miliar, padahal pada 2010, aset yang dikelola hanya Rp28 miliar.

“Selain mendapat tambahan modal dari pagu BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) PNPM-MPd, kenaikan aset tersebut juga dipacu dari kegiatan simpan pinjam yang dikelola perempuan atau SPP di 13 kecamatan penerima program,” kata dia menjelaskan.

Ia menyebutkan, dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang, hanya Kecamatan Kota Rembang saja yang tidak mendapatkan kucuran dana PNPM Mandiri Perdesaan.

Pada 2011 lalu, kabupaten itu mendapatkan kucuran sebesar Rp19,8 miliar dari program tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 70 persennya digunakan untuk kegiatan fisik, sedangkan 30 persen lainnya dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi mikro masyarakat, salah satunya melalui program SPP.

“Khusus untuk SPP, kini telah tumbuh sebanyak 28 ribu lebih kelompok usaha SPP, tersebar di 13 kecamatan,” kata dia.

Kelompok usaha SPP, jelas dia, merupakan pelaku usaha mikro yang mendapatkan kucuran pinjaman antara Rp500 ribu hingga Rp5 juta untuk mengembangkan usahanya.

“Sebagian kelompok usaha itu mengalami pertumbuhan cukup pesat, sehingga kami kini terus memantau perkembangan kelompok usaha tersebut,” kata dia.

Menurut dia, jika perkembangan usaha simpan pinjam yang dikelola perempuan tersebut terus naik, tak menutup kemungkinan nanti akan diupayakan mendapatkan kucuran permodalan dari Perbankan yang salah satunya melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat). “Kami sedang menjajaki upaya itu,” kata dia menandaskan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan