Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tempe Tercekik

Rabu, 28 November 2012 | 17:07 WIB

Harga kedelai hari ini masih tinggi

SULANG – MataAirRadio.net, Para perajin tempe di Kecamatan Sulang mengeluhkan masih tingginya harga kedelai di pasaran. Saat ini harga kedelai lokal masih bergelayut di angka Rp6.000 per kilogram, sedangkan kedelai impor telah mencapai Rp7.500 per kilogram.

Seorang perajin tempe asal Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Nursahid, kepada reporter MataAir Radio, Rabu (28/11) mengatakan, masih tingginya harga kedelai berdampak pada berkurangnya pendapatan yang diperolehnya.

Menurut Nursahid, untuk bertahan hidup, para perajin tempe di daerahnya, yang kebanyakan merupakan perajin kelas teri, terpaksa berpindah dari kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe ke kedelai lokal yang harganya relatif lebih murah.

Selain itu, mereka juga terpaksa mengurangi takaran bahan baku dari yang biasa digunakan sehingga berdampak pada kualitas tempe. Hal itu dilakukan karena perajin tempe ogah mengecilkan ukuran tempe produksinya lantaran takut ditinggalkan langganan.

Dengarkan rekaman di sini.

Hal senada dikatakan Jimi, perajin tempe asal Sulang lainnya. Menurut Jimi, masih tingginya harga kedelai di pasaran memaksanya untuk mengurangi jumlah produksi. Apalagi modal usahanya memang tak banyak.

Ia juga menjelaskan, tingginya harga kedelai sebagai bahan baku utama tempe membuat biaya produksi mengalami kenaikan sehingga modal yang dibutuhkan bertambah banyak.

Nursahid maupun Jimi berharap, pemerintah segera membuat kebijakan untuk mengendalikan harga kedelai sehingga nasib perajin tempe kelas teri sepertinya masih dapat berproduksi untuk menopang kebutuhan hidup. (Muhtarom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan