PSIR Ditahan Imbang Persik

Jumat, 20 Januari 2012 | 12:49 WIB
KOTA – PSIR ditahan imbang Persik Kediri dengan skor akhir 2-2 pada pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia di Stadion Krida Rembang, Jumat (20/1) petang.

Laskar Dampo Awang, julukan PSIR, bahkan sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama melalui gol Oliver Makor pada menit ke-36 dan Rendi Saputra pada menit ke-44.

PSIR langsung berinisiatif menyerang untuk menekan pertahanan tim tamu begitu peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup pengadil lapangan. Duet pemain depan PSIR, M Husen dan Cristian Lenglolo yang sempat diragukan tampil karena kondisinya masih 50 persen akibat bekapan cedera, akhirnya bisa dimainkan.

Si mungil Tadis Suryanto pun diturunkan, meski sehari sebelum pertandingan, tim pelatih juga sempat meragukannya tampil karena alasan yang sama. Hanya stopper andalan Deni Tarkas dan pemain tengah William Moreno yang tetap tak bisa dipasang karena cederanya belum pulih.

Namun, posisi yang ditinggal Deni Tarkas terisi. Pemain anyar PSIR yang juga pernah merumput bersama Laskar Dampo Awang pada musim 2008/2009, Abunau Cletus Lapola, sudah bisa dimainkan.

Sementara, pada pertandingan yang disaksikan sedikitnya 3.000 penonton tuan rumah tersebut, belasan peluang sebenarnya mampu dicipta tim kebanggaan Kota Garam tersebut melalui Cristian Lenglolo, M Husen, dan Lubis Sukur. Hanya saja, hingga 20 menit babak pertama berjalan, tak sebiji pun peluang yang lahir menjadi gol.

Pertahanan skuat Macan Putih, julukan Persik Kediri, yang digalang eks pemain tim nasional PSSI, Jefry Dwi Hadi dan penampilan kiper Wawan Hariono cukup sulit dibobol Cristian Lenglolo dan kawan-kawan.

Sebaliknya pada menit ke-36, Oliver Makor, striker andalan Persik, justru menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Tendangan bebas Corik Elvis jauh dari kotak penalti PSIR gagal diredam kiper Nanda Pradana. Bola justru muntah dari pelukan Nanda dan dengan sigap dicocor oleh Oliver Makor. PSIR tertinggal 0-1.

Usai kebobolan, skuat asuhan Haryanto seperti tampil gugup. Umpan-umpan menjadi kurang terarah dan tak terukur. Para pemain pun relatif mudah kehilangan bola. Kondisi ini pun terbaca oleh tim tamu sehingga Persik ganti mencecar pertahanan tuan rumah.

Satu menit menjelang waktu normal di babak pertama, petaka kembali terjadi. Kali ini, pemain sayap kiri Persik Kediri, Rendi Saputra sukses menggiring bola hingga ke kotak penalti PSIR. Ia melihat posisi kiper Nanda yang berada terlalu ke kanan. Bola pun dilesakkan Rendi ke kiri jauh dan gol. PSIR semakin tertinggal dan hingga babak pertama usai, skor 2-0 untuk Persik Kediri tak berubah.

Memasuki babak kedua, Pelatih PSIR Haryanto, mengubah strategi dengan menarik keluar kiper Nanda Pradana dan pemain belakang Agung Nugraha. Nanda digantikan kiper muda Amirul Fafa, sedangkan Agung Nugraha digantikan Effendi “Bendot”.

Atas pergantian pemain ini, Haryanto menempatkan Effendi di sayap kanan menggantikan posisi M Heppy, sedangkan Heppy ditarik ke belakang membantu pertahanan. Pergantian ini pun terbilang efektif. Permainan PSIR lebih hidup dibuktikan dengan hadirnya sejumlah peluang emas.

Pada menit ke-51, pendukung setia tuan rumah bersorak. Umpan silang M Husen dari sisi kiri lapangan berhasil dicocor Cristian Lenglolo dan bola pun mengucur deras ke gawang Wawan Hariono. PSIR memperkecil ketertinggalan, 1-2.

Lima menit berselang, PSIR nyaris menyamakan kedudukan. Namun, tendangan keras M Husen dari luar kotak penalti lawan masih mampu ditepis penjaga gawang Persik yang sore itu memang tampil cukup impresif.

Pada menit ke-60, kapten tim PSIR, Jatmiko ditarik dan digantikan Tadis Suryanto. Ban kapten pun diemban pemain mungil bernomor punggung 6 tersebut. Sementara PSIR masih berupaya meningkatkan serangan, tim tamu mulai berlama-lama dengan bola.

Stadion Krida pun kembali bergemuruh pada menit ke-77. Tendangan bebas M Husen gagal ditangkap dengan sempurna oleh penjaga gawang Persik. Bola liar pun langsung disambar Yoni Ustaf Buchori dan gol. Skor imbang, 2-2.

Setelah gol kedua tersebut, PSIR terus menggencarkan serangan. Tadis Suryanto dan kawan-kawan nyaris memenangkan pertandingan melalui kaki Cristian Lenglolo. Namun tendangannya memanfaatkan kemelut di depan gawang Persik, masih mampu dihalau penjaga gawang skuat Macan Putih.

Skor 2-2 pun bertahan hingga wasit Nendi Rohaendi meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan sehingga PSIR harus merelakan Persik membawa satu poin dari kandangnya.

Ditemui seusai pertandingan, Pelatih PSIR Haryanto mengaku kecewa dengan penampilan kiper Nanda Pradana yang dinilainya buruk. “Kami kebobolan oleh bola-bola sepele. Kalau ditanya soal hasil, tentu kami kecewa,” kata dia singkat.

Ia pun mengakui timnya tampil tidak cukup lepas selama babak pertama sehingga sejumlah peluang penting gagal berbuah gol. “Namun, pada babak kedua, kami tampil lebih baik, meski hasilnya seri,” kata dia.

Sementara, Pelatih Persik Kediri Joko Malis mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. “Satu poin dari kandang PSIR adalah hasil yang cukup berarti. Meski puas dengan penampilan anak-anak, tetapi kami menyesalkan kepemimpinan wasit yang beberapa kali merugikan,” kata dia.

Menurut dia, gol Oliver Makor pada awal babak kedua mestinya tidak dianulir wasit sebab bola belum sepenuhnya berada dalam pelukan Amirul Fafa. “Bola masih sedikit liar, sehingga ketika disambar Oliver dan gol, seharusnya itu sah dan wasit tidak menganulirnya,” kata dia. (puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan