Hujan, Harga Cabai Tak Lagi “Pedas”

Senin, 23 Desember 2013 | 14:43 WIB
Petani cabai di Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

Petani cabai di Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

SALE, MataAirRadio.net – Harga cabai di wilayah timur Kabupaten Rembang kini tak sepedas rasanya. Senin (23/12) ini, harga cabai merah hanya pada kisaran Rp15.000 per kilogram, sedangkan untuk cabai rawit Rp13.000 per kilogram.

Anjloknya harga cabai membuat petani kecewa. Mereka mengaku tekor karena harga jual cabai tidak sebanding dengan ongkos tanam dan perawatan. Suti, seorang petani cabai di Desa Mrayun Kecamatan Sale menyebut anjloknya harga cabai karena pengaruh tingginya intensitas curah hujan.

Guyuran hujan mengakibatkan kualitas cabai menurun. Apalagi begitu hujan menyapu, hama lalat daun langsung menyerang cabai petani. Sekitar sepuluh hektare tanaman cabai menjadi korban lalat daun. Meski berbagai obat pembasmi hama disemprotkan, serangan lalat daun belum juga bisa diatasi.

Sudarsih, seorang ibu rumah tangga di wilayah itu mengaku tak lagi risau dengan harga cabai. Jika biasanya harga cabai mencapai puluhan ribu rupiah, kini hanya belasan ribu saja harganya.

Ibu rumah tangga seperti dirinya pun merasa diuntungkan, apabila harga cabai sedang murah. Setidaknya, belanja dapur tidak membengkak sebagaimana pada sebulan kemarin. Dia mengakui, cabai merupakan bumbu dapur yang wajib ada pada setiap kali memasak.

Sudarsih berharap, harga cabai stabil murah. Namun dia tak menyanggah, jika harga bertahan murah, maka petani bisa saja tidak lagi menanam cabai dan harganya pun kembali mahal.

Sementara itu, murahnya hargai cabai membuat sebagian petani di Kecamatan Kaliori melebur tanamannya. Mestinya petani bisa memetik cabai lebih dari sepuluh kali pada saat panen. Namun lantaran serangan hama dan murahnya harga, mereka memilih mencabutinya meski baru lima hingga tujuh kali petik. Petani mengaku akan menggantinya dengan tanaman padi. (Ilyas al-Musthofa)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan