Alumni Pesantren Siap Gelorakan Semangat Berwirausaha

Minggu, 29 Januari 2012 | 09:44 WIB

KOTA – Alumni pesantren di Kabupaten Rembang siap menggelorakan semangat berwirausaha di lingkungan masyarakat sebab santri masa kini memang tidak cukup hanya sekadar pandai mengaji.

Hal tersebut tergambar dalam acara temu alumni dan sarasehan kewirausahaan santri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh yang digagas atas kerja sama dengan Suara Merdeka, di aula pondok pesantren setempat, Minggu (29/1).

Ir Drs Mudzakir MZ MM yang didapuk menjadi pembicara pada sarasehan tersebut mengungkapkan arti penting berwirausaha yang dimotori oleh alumni pesantren. “Alumni pesantren punya peran strategis di masyarakat. Selain mengaji, mereka bisa menjadi pelopor wirausaha di lingkungannya masing-masing. Alumni pesantren bisa tumbuh menjadi wirausahawan yang berakhlak terpuji,” kata dia.

Menurut dia, berwirausaha dimulai dari setiap orang, tetapi selain untuk diri sendiri, wirausaha juga akan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. “Tidak hanya oleh kaum pria, wirausaha juga bisa ditumbuhkan di kalangan alumni santri putri baik yang masih sendiri atau yang sudah berkeluarga,” kata dia.

Hanya, lanjut dia, kendala yang acap kali dihadapi oleh wirausaha baru, dari kalangan manapun, adalah persoalan kekhawatiran gagal yang berlebihan. “Risiko memang perlu diperhitungkan dan diambil apabila menjadi pilihan. Namun, jika bayang-bayang risiko itu terlalu didramatisir, tentu akan menghambat seseorang untuk maju,” kata dia.

Apalagi, imbuh dia, fitrah setiap manusia adalah tidak sempurna. “Meski demikian, ketidaksempurnaan jangan dijadikan penghalang dan selalu dikedepankan. Potensi dalam diri itu yang perlu selalu dikembangkan,” kata dia.

Ia berpesan, apabila alumni pesantren memilih berwirausaha, sejumlah hal perlu dimiliki. “Selain kreativitas, dalam berwirausaha diperlukan keuletan dan kejelian melihat peluang sehingga mampu memproduksi produk baru yang berbeda dan unik dari produk lain yang sudah ada,” kata dia.

Salah seorang panitia temu alumni dan sarasehan kewirausahaan santri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh yang juga alumni pesantren tersebut, Nurun Nadzufah, mengemukakan, sarasehan kewirausahaan bermanfaat bagi santri saat sudah terjun ke masyarakat.

“Selain bisa mengaji, santri perlu juga mandiri dengan berwirausaha. Dengan sarasehan ini, kami mendapatkan ilmu yang lumayan cukup untuk memulai menjadi seorang wirausaha,” kata dia.

Menurut dia, alumni pesantren sejatinya sudah memiliki jiwa wirausaha, setidaknya semangat untuk hidup mandiri. “Hanya, memang masih perlu diarahkan. Berwirausaha tidak bisa dilakukan dengan meraba-raba, tetapi disertai perencanaan yang matang,” kata dia.

Diakuinya, memang sejauh ini pemahaman wirausaha masih terbatas pada sekadar berdagang. “Padahal, wirausaha lebih dari sekadar berdagang. Di dalamnya perlu kreativitas untuk unik dan berbeda dari (produk) yang lain,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan