Tak Kebagian Tempat, Tujuh Pedagang Direlokasi ke Musala

Selasa, 24 Maret 2015 | 16:04 WIB

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kabid Bina Pasar Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Waras, saat meninjau bangunan yang terbakar, Selasa (24/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Tujuh korban kebakaran Pasar Pandangan Kecamatan Kragan direlokasi sementara ke bangunan bekas musala di kompleks pasar itu. Tempat tersebut merupakan lokasi berjualan secara darurat, selain yang di pasar bagian belakang.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz menyambangi para pedagang korban kebakaran Pasar Pandangan, Selasa (24/3/2015) pagi. Dia menyebutkan, 7 dari 19 pedagang korban kebakaran yang belum kebagian lokasi berjualan secara darurat, dipindahkan ke ruangan bekas musala yang tak lagi digunakan.

“Mereka akan dikembalikan lagi ke tempat semula, setelah los (yang terbakar), diperbaiki. Pembangunan (los empat yang terbakar ludes) akan dilakukan pada sekitar bulan Oktober atau setelah penetapan APBD Perubahan 2015 pada bulan Agustus,” terangnya kepada wartawan di Pasar Pandangan.

Plt Bupati juga mengatakan, musala pasar nantinya akan dipindah di dekat sumber air. Sementara mengenai desain pembangunan pasar secara permanen, ia belum bisa menyebutkannya sekarang, termasuk kebutuhan anggarannya.

“Yang jelas, selain pembangunan kembali los yang terbakar ludes, Pemkab Rembang akan memberikan bantuan Rp2-5 juta kepada setiap pedagang korban kebakaran,” tandasnya.

Nilai bantuan tergantung dari tingkat keparahannya. Soal kapan bantuan itu dicairkan, Plt Bupati belum juga bisa mengungkapkan.

Hafidz membeberkan, Pasar Pandangan direncanakan diubah menjadi pasar semi modern. Namun hal itu merupakan rencana jangka panjang. Ditegaskan, kendati diubah, namun pedagang tidak dikenai pembayaran pembangunan nantinya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha mengungkapkan, pembangunan secara permanen Pasar Pandangan, akan dianggari sekitar Rp250 juta.

“Hanya los empat yang akan dibangun kembali, sedangkan los lima, tidak turut direhabilitasi karena hanya terembet saja,” katanya baru-baru ini.

Dua los yang memuat 44 kios pedagang di Pasar Pandangan terbakar pada Minggu dini hari 22 Februari 2015. Los empat terbakar total, sedangkan los lima hanya tersambar. Kebakaran diduga akibat korsleting dari lapak salah satu pedagang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan