Seorang Warga Hilang Terseret Arus Sungai Jeruk

Rabu, 7 Desember 2016 | 14:38 WIB
Tim dari BPBD Kabupaten Rembang melakukan penyisiran di wilayah Sungai Jeruk guna mencari Juremi, warga setempat yang hilang terseret arus sungai tersebut pada Rabu (7/12/2016). (Foto: mataairradio.com)

Tim dari BPBD Kabupaten Rembang melakukan penyisiran di wilayah Sungai Jeruk guna mencari Juremi, warga setempat yang hilang terseret arus sungai tersebut pada Rabu (7/12/2016). (Foto: mataairradio.com)

 

PANCUR, mataairradio.com – Seorang warga dilaporkan hilang terseret arus Sungai Jeruk di Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 10.30 WIB.

Korban adalah Juremi (57) warga desa setempat yang bekerja sebagai petani. Menurut keterangan yang dihimpun, korban dalam perjalanan pulang dari bekerja sawah.

Warga lain sempat melihat bapak lima anak ini melintasi sungai yang kebetulan berarus deras untuk menyeberang, namun nahas korban malah terseret aliran sungai.

Beberapa warga dilaporkan sudah sempat langsung berusaha memberikan pertolongan, tetapi gagal, sehingga mereka melaporkan kejadian ini ke pihak pemerintah desa.

Berbagai pihak yang mendapatkan informasi mengenai seorang warga hilang terseret arus Sungai Jeruk, turun ke lokasi guna membantu upaya pencarian terhadap korban.

“Ini ada dari BPBD, polisi, TNI, PMI, dan Ubaloka yang turun di lokasi. Penyisiran dilakukan dengan menggunakan satu perahu karet,” ujar Sofi Ahmad Husnan, salah seorang sukarelawan PMI Rembang di lokasi.

Menurutnya, upaya pencarian juga dilakukan dengan memasang jaring perangkap di wilayah Sungai Karaskepoh, mengantisipasi korban agar tersangkut.

“Sampai dengan pukul 14.00 ini, korban belum ditemukan. Pencarian akan diintensifkan. Ini masih menunggu anggota TNI Angkatan Laut dari Posal Rembang,” katanya.

Saat sekarang, arus Sungai Jeruk masih terbilang deras, apalagi sejak pagi, wilayah setempat diguyur hujan lumayan lebat sekaligus menambah debit air di sungai tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan