Sistem Drainase Buruk Penyebab Pasar Rembang Kebanjiran

Rabu, 7 Desember 2016 | 15:39 WIB
Sisa-sisa banjir di Pasar Rembang, Rabu (7/12/2016) pagi. Sistem drainase yang buruk di area dalam pasar itu menjadi sebab banjir yang mengganggu aktivitas para pedagang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Sisa-sisa banjir di Pasar Rembang, Rabu (7/12/2016) pagi. Sistem drainase yang buruk di area dalam pasar itu menjadi sebab banjir yang mengganggu aktivitas para pedagang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KOTA, mataairadio.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Rembang dan sekitarnya selama dua jam pada Rabu (7/12/2016) pagi tadi mengakibatkan banjir di pasar tradisional kota ini.

Selain karena hujan deras, menurut sejumlah pedagang di Pasar Rembang, banjir juga disebabkan oleh buruknya sistem drainase di kawasan pasar, sehingga air tidak mampu mengalir sempurna.

Susilo, salah seorang pedagang pakaian di pasar ini mengungkapkan, air mulai meluap sekitar pukul 08.00 WIB dengan ketinggian mencapai mata kaki orang dewasa atau sekitar 10 sentimeter.

Berdasarkan pantauan mataairradio.com, banjir yang terjadi kali ini tidak melanda seluruh areal pasar karena hanya menggenangi kawasan los pedagang pakaian, namun aktivitas jual beli menjadi terkendala.

“Biasanya kalau hujan tidak sampai terjadi banjir. Tapi tadi banjir. Selama musim hujan baru tadi terjadi banjir. Gorong-gorong tersumbat,” ujar Susilo.

Akibat banjir beberapa saat, sebagian pedagang memilih menutup kembali kiosnya karena pasar sepi pengunjung, apalagi jika turun hujan, area dalam pasar menjadi kumuh.

“Kalau hujan kondisinya kayak begini, becek, kumuh tidak nyaman untuk pedagang maupun untuk pengunjung pasar. Harapan kami Pemerintah segera memperbaiki saluran air biar kalau hujan mengalir lancar,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rembang Bambang Gunadi menyebut banjir di pasar kota akibat hujan lebat yang bersamaan dengan puncak aktivitas jual beli di antara para pedagang.

“Banjir terjadi di beberapa los seperti Los Anggrek dan los ikan. Penyebabnya, hujan lebat yang terjadi barengan dengan puncak aktivitas pasar, dan sampah-sampah yang memenuhi selokan menghambat aliran air,” katanya.

Mengenai penataan sistem drainase pasar yang dianggap buruk oleh sebagian pedagang dan pembeli, Bambang mengaku akan mengusulkan anggaran perbaikan melalui APBD 2017.

“Tahun 2017 akan kita anggarkan untuk penataan saluran air, setelah penataan pasar. Sementara saat ini, penanganannya hanya meningkatkan kebersihan agar sampah tidak menyumbati saluran air,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan