Maryono Nyatakan Cuek Dualisme APTI Rembang

Jumat, 20 November 2015 | 13:55 WIB
Ilustrasi. Logo APTI

Ilustrasi. Logo APTI

 

SULANG, mataairradio.com – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Rembang versi Maryono menyatakan cuek dengan kepengurusan ganda APTI di kabupaten ini.

Sikap cuek itu antara lain karena petani tembakau di Rembang dianggapnya tidak terpengaruh oleh dualisme kepengurusan APTI.

Maryono yang dihubungi mataairradio menyebut dualisme APTI di Rembang tak ada efeknya. Hal itu karena sebagian besar petani diklaimnya hanya mengenal APTI kepengurusannya.

“Petani tembakau di sembilan kecamatan di Rembang tidak tahu kalau ada dua APTI,” terangnya.

Ia sebenarnya tidak masalah kalau di Rembang hanya ada satu APTI. Kepada radio ini, Maryono juga pernah menyatakan siap mundur, jika APTI lain yang dikukuhkan.

Namun karena APTI lain dianggapnya tidak mewadahi kepentingan semua petani, ia memilih mengukuhkan kepengurusannya.

Pada konfirmasinya, Maryono juga mengungkap adanya dualisme kepengurusan APTI di level DPD Jawa Tengah.

“APTI kepengurusan kami menginduk ke DPD APTI Jawa Tengah yang dipimpin Pak Wisnu Brata. Kalau APTI sebelah (APTI Rembang versi Masudi), saya tidak tahu menginduk ke DPD versi siapa,” ungkapnya.

Ia pun mengaku tahu kalau ada kepengurusan ganda APTI Jawa Tengah, bahkan diindikasikan juga di tingkat dewan pimpinan nasional, setelah ada upaya klarifikasi.

“Dari klarifikasi kami ke DPD APTI Jawa Tengah, intinya, kami bisa mengukuhkan kepengurusan yang sempat dibentuk oleh teman-teman petani tembakau pada tahun 2012,” tandasnya.

Soal APTI-nya yang belum terdaftar di Kantor Kesbangpolinmas Rembang; tidak seperti APTI versi Masudi, ia mengaku tidak paham secara persis.

“Yang saya tahu; DPD dan DPN mengatakan, DPC APTI tidak perlu mengurus akta dan registrasi ke Menkum-HAM, karena sudah jadi satu di Pusat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin berharap agar antara dua kepengurusan APTI, bersatu saja. Soal keabsahan SK DPC dari tiap kubu, dia tidak bisa mengomentari.

“Kami hanya tahu soal kerjasama dengan para petani tembakau yang merintis tanaman ini sejak awal,” katanya.

Menurutnya, dualisme kepengurusan tidak akan berkepanjangan, kalau kepentingannya sama, untuk memperjuangkan nasib petani tembakau.

Ia mengaku tahu kalau APTI versi Maryono yang secara faktual, telah berjalan bersama para petani tembakau di Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan