Pekerja Tewas Terjatuh dari Konstruksi Klinker Semen

Selasa, 26 April 2016 | 14:50 WIB
Salah seorang rekan korban berteriak histeris setelah menyaksikan Dardak tidak lagi bernyawa di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Selasa (26/4/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Salah seorang rekan korban berteriak histeris setelah menyaksikan Dardak tidak lagi bernyawa di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Selasa (26/4/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang pekerja tewas akibat terjatuh dari bagian konstruksi bangunan gedung klinker yang dikerjakan PT Swadaya Graha di areal calon pabrik milik PT Semen Indonesia di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Selasa (26/4/2016) pukul 09.30 WIB.

Korban bernama Dardak (19) warga Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke. Menurut Lasnadi, teman kerja sekaligus paman korban, Dardak terjatuh diduga akibat terpeleset saat berjalan di konstruksi bangunan gedung klinker pada ketinggian sekitar 18 meter.

Korban bersama rekan-rekannya sedang akan memulai pekerjaan konstruksi plat baja di bangunan gedung yang nantinya akan difungsikan sebagai tempat memasak semen.

“Itu masih persiapan kerja. Saya saja masih di bawah, belum naik. Dia naik dulu. Mungkin terpeleset karena sepatunya masih tertempel tanah atau apa. Ya belum sepenuhnya memakai sabuk pengaman,” tuturnya.

Begitu jatuh, Dardak segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk mendapat pertolongan medis secara lebih intensif, tetapi nyawanya tidak terselamatkan.

“Dalam perjalanan ke sini (rumah sakit, red.) masih nafas. Tapi tak lama kemudian meninggal. Luka patah di kaki dan di kepala. (Korban) Keponakan saya,” tandasnya.

Sudarno, ayah Dardak, yang juga tampak di kamar mayat rumah sakit umum daerah menyatakan merelakan kepergian sang anak untuk selama-lamanya, tetapi berharap tanggung jawab dari pihak perusahaan.

“Namanya manusia, pasti mati. Tapi saya minta perusahaan bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang menimpa anak saya. Ia baru satu bulan bekerja,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Belum ada keterangan resmi dari pihak PT Swadaya Graha mengenai kasus kecelakaan kerja yang menimpa Dardak di kawasan calon pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

Juru bicara rumah sakit umum daerah Giri Saputro menambahkan, korban masuk ke rumah sakitnya sekitar pukul 11.10 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Tadi masuk jam 11.10 WIB, diantar pakai ambulans dari Blora. Masuk sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Kasus kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa di konstruksi bangunan gedung klinker yang dikerjakan PT Swadaya Graha di areal calon pabrik milik PT Semen Indonesia, sebelumnya juga terjadi, yaitu pada Minggu dini hari 30 Agustus 2015 silam.

Saat itu seorang pekerja tewas setelah tertimpa reruntuhan material setelah penyangga dan cor beton di atasnya runtuh. Dua orang juga tercatat terluka akibat peristiwa tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan