Plt Bupati Tepis Spekulasi Masyarakat Ditinggal SIR

Jumat, 13 Maret 2015 | 18:04 WIB
Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz berada di tengah manajemen PT RSI dan PT SIR pada acara tasyakuran di tapak pabrik kedua perusahaan itu, Jumat (13/3/2015). (Foto: Pujianto)

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz berada di tengah manajemen PT RSI dan PT SIR pada acara tasyakuran di tapak pabrik kedua perusahaan itu, Jumat (13/3/2015). (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz menepis spekulasi yang berkembang di masyarakat soal anggapan bahwa masyarakat ditinggal oleh PT Semen Indonesia Rembang dan PT Rembang Smelter Indonesia dalam hal sosialisasi.

Menurut Hafidz, acara yang digelar oleh kedua perusahaan tersebut pada Jumat (13/3/2015) pagi, hanya didesain untuk tasyakuran.

“Masyarakat tak banyak dilibatkan, karena memang belum saatnya,” ujarnya.

Tasyakuran (di tapak pabrik wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke) ini hanya sebagai wujud terima kasih.

“Perusahaan merasa telah diterima dengan baik oleh Pemkab Rembang dan masyarakat di Kecamatan Sluke,” katanya.

PT SIR dan RSI tetap akan memberikan sosialisasi secara lebih teknis kepada masyarakat.

Intinya, Hafidz menjamin pelibatan masyarakat dalam pendirian pabrik milik kedua perusahaan tersebut.

Camat Sluke Mardiyanto meminta agar pihak perusahaan blusukan ke desa-desa yang berada di ring pertama pabrik.

PT Semen Indonesia Rembang akan membangun pabrik semen, sedangkan PT Rembang Smelter Indonesia akan mendirikan pabrik ferro-nikel.

Kedua perusahaan ini berada dalam satu grup. Secara tapak pabrik, keduanya juga berada dalam satu kompleks.

Pabrik ferro-nikel di depan, dekat Pantura, sedangkan pabrik semen berada di belakang.

Namun pihak PT SIR menyatakan menunda sementara investasinya, dan beralih fokus ke industri ferro-nikel.

Mardiyanto berharap, perusahaan melakukan sosialisasi secara gamblang kepada masyarakat.

“Kami meminta kepada perusahaan agar mematuhi tiap aturan yang dipersyaratkan,” katanya.

Tasyakuran yang digelar, menurutnya, menjadi sosialisasi awal kepada masyarakat terkait rencana pembangunan dua pabrik itu.

Kepala Desa Sendangmulyo Asrori berharap kepada perusahaan agar melakukan analisis mengenai dampak lingkungan secara utuh.

“Meski kami sangat mendukung investasi di daerah ini, masyarakat tetap harus terus diajak bicara dan tidak dirugikan,” ujarnya.

Dia berharap proses pendirian pabrik berjalan lancar.

Perwakilan PT SIR dan PT RSI Fajar Suhendra mengatakan, kehadiran pihaknya di Rembang adalah untuk bekerjasama membangun daerah.

“Kami berharap kepada Pemkab Rembang untuk mendukung industrialisasi di Indonesia,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan