Bappeda: Pembangunan Bandara Tidak Masuk RTRW

Kamis, 2 Januari 2014 | 17:42 WIB
Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono (kanan), saat meninjau lokasi bakal calon bandara di Pantai Tasikharjo Kaliori, Senin (30 12) lalu.

Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono (kanan), saat meninjau lokasi bakal calon bandara di Pantai Tasikharjo Kaliori, Senin (30 12) lalu.

REMBANG, MataAirRadio.net – Wacana pembangunan bandara dengan menguruk wilayah tepi pantai antara Tasikharjo dengan Purworejo Kecamatan Kaliori, ternyata belum masuk pada Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rembang.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Bappeda Kabupaten Rembang, Sugiharto mengungkapkan, Perda tentang RTRW Kabupaten Rembang belum mengalokasi ruang untuk pembangunan bandara. Dia mengaku tidak mengetahui persis detail wacana pembangunan bandara oleh pihak Dinas Perhubungan setempat.

Namun dia menduga, bandara yang dimaksud adalah bandara perintis untuk pesawat berkapasitas kurang dari 10 penumpang. Sugiharto menyatakan, menyerahkan kebijakan rencana pembangunan bandara ke pimpinan. Sebab pihaknya masih menggodok rancangan perda tentang rencana detail tata ruang kecamatan (RDTRK).

Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso menilai, mestinya pemerintah kabupaten ini merampungkan Raperda RDTRK terlebih dahulu, sebelum serius menggarap wacana pembangunan bandara.

Menurut Puji, RDTRK merupakan terjemahan terperinci dari Perda RTRW. Jika RDTRK belum beres, pemkab bisa saja ngawur dalam menentukan ruang untuk bandara. Puji juga mengungkapkan, dalam naskah Raperda RDTRK pun, baru tata ruang di lima kecamatan yang akan dibahas, yakni Rembang, Lasem, Sluke, Sale, dan Gunem.

Itu artinya, jika bandara diwacanakan di wilayah Kecamatan Kaliori, maka naskah akademik dan kajian lingkungan hidup strategis atau KLHS Raperda RDTRK, perlu dikaji lagi. Pemkab diminta serius dan konsisten dalam menentukan penataan ruang dan wilayah sebagaimana RTRW.

Pemerintah Kabupaten Rembang akan menguruk wilayah tepi pantai antara Tasikharjo dan Purworejo Kecamatan Kaliori untuk pembangunan bandar udara atau bandara. Tim dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, sudah menyurvei bakal calon lokasi bandara.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Rembang Suyono menyebutkan, kebutuhan lahan bandara mencapai 100 hektare. Namun di tahap awal, lahan yang diuruk tidak seluas itu. Pihaknya memilih mereklamasi pantai ketimbang membebaskan tanah warga setempat karena pertimbangan efektivitas.

Hasil survei ini akan dijadikan bahan usulan kepada Kementerian Perhubungan. Pembangunan bandara diklaim untuk memperlancar arus investasi yang mulai tumbuh di kabupaten ini. (Pujianto)




2 comments
  1. dian

    Januari 2, 2014 at 10:40 pm

    Beginilah kalo Bappeda jadi sarang penyamun! Pekerjaannya jadi tukang fasilitasi koruptor.. Ketua bappeda dengan bupatinya 11 12.. hancurlah rembang!

    Reply
  2. maz bowo

    November 8, 2014 at 8:21 pm

    belum saatnya di Rembang punya bandara,,,, tpkalo ada ya Alhamdulillah…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan