Tiga Tongkang Kandas Dihantam Ombak Perairan Binangun

Jumat, 13 Maret 2015 | 18:09 WIB
Kapal tongkang terdampar di Perairan Binangun, Jumat (13/3/2015). (Foto: Pujianto)

Kapal tongkang terdampar di Perairan Binangun, Jumat (13/3/2015). (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Tiga kapal tongkang kandas di Perairan Binangun Kecamatan Lasem setelah dihantam ombak besar.

Hingga Jumat (13/3/2015) pagi, tiga tongkang itu belum dievakuasi karena air laut masih surut.

Sokib, seorang nelayan di Desa Binangun menyebutkan, kapal tongkang itu sudah hampir sepekan kandas.

“Kala itu, ombak bercampur angin menghempas kapal tongkang itu ke tepian,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengevakuasi tongkang, perlu menunggu air pasang dan cuaca membaik.

“Kami tak tahu tongkang itu berasal dari mana. Yang jelas, ketiganya baru saja bongkar muatan batu bara di PLTU Sluke,” ungkapnya.

Dia mengaku tak terganggu oleh tongkang yang kandas.

Padahal, saat ini nelayan sedang panen rebon. Sementara, rebon ditangkap pada perairan tepi, di dekat tongkang yang kandas.

Darno, warga Desa Bonang Kecamatan Lasem menyebut, ketiga tongkang itu sudah kandas sekitar empat hari.

“Memang ombak tinggi dan angin kencang menghempaskan tongkang, sehingga kandas ketika air surut,” katanya.

Agar lepas dari kandasan, evakuasi tongkang perlu menunggu air kembali pasang dan cuaca baik.

“Air laut biasanya pasang sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya.

Dia juga mengatakan, meski saat ini, angin dan ombak sedang teduh, tetapi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba.

Sementara itu, sembari menunggu cuaca kembali normal, awak kapal tongkang merapat ke perkampungan untuk sekadar menambah perbekalan.

“Kasus tongkang kandas sudah biasa terjadi di Perairan Bonang dan Binangun,” tandasnya.

Untuk diketahui, batu bara untuk kebutuhan PLTU Sluke dipasok oleh PT Bukit Asam.

Transportasi laut angkutan baru bara dilaksanakan oleh KPC atau Kaltim Prima Coal.

Batu bara dipakai untuk menghasilkan uap guna energi listrik.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan