Pemuda di Lasem Setubuhi Siswi SMP Usai Pesta Miras

Sabtu, 30 April 2022 | 02:14 WIB

Tersangka pelaku saat dihadirkan dalam gelar perkara yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo (kiri), pada Jumat (30/4/2022) di Mapolres setempat. (Foto: Mukhammad Fadlil)

REMBANG, mataairradio.com – Pemuda berusia 20 tahun warga Kecamatan Lasem sampai hati menyetubuhi siswi SMP, seusai pesta miras di sebuah rumah kontrakan, pada Ahad (24/4/2022) malam.

Korban adalah Mutiara (bukan nama sebenarnya) gadis asal Kecamatan Pancur, yang usianya masih 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo menjelaskan, mulanya korban bersama dengan teman-temannya sedang nongkrong bareng di sebuah tempat di Kecamatan Lasem, sekitar pukul 19.30 WIB.

Setelah nongkrong hampir satu setengah jam, pada pukul 22.00 WIB mereka kemudian bergegas menuju sebuh rumah kontrakan untuk pesta minum minuman keras (miras).

Dalam pesta miras bir dan anggur merah itu ada sejumlah laki-laki lain. Ada tujuh orang dalam pesta miras tersebut. Waktu sekira pukul 23.00 WIB, pesta miras sudah kelar, sejumlah laki-laki lain itu oun kemudian pulang. Namun tersangka pelaku yang berinisial MS dan korban masih bertahan di lokasi.

“Tak lama kemudian pelaku mengajak korban masuk ke kamar dan terjadi pemerkosaan. Sebelum itu korban sempat dicekoki miras,” jelas Heri.

Ternyat keduanya baru berkenalan dan dua kali bertemu. Awal perkenalan muda-mudi ini ketika bersamaan nongkrong di sebuah warung kopi di Lasem. Dan pertemuan kali kedua ini lah, terjadi pesta miras dan perkosaan.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan Pasal 82 Ayat 1, UU Nomor 23 2022. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” tegasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan