Songsong Pasar Bebas, SMK Muhammadiyah Jalin Kerjasama Dengan Axioo

Selasa, 28 Oktober 2014 | 17:22 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama pendidikan antara pihak Axioo dengan pihak SMK Muhammadiyah Rembang, Selasa (28/10/2014) pagi. (Foto Pujianto)

Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama pendidikan antara pihak Axioo dengan pihak SMK Muhammadiyah Rembang, Selasa (28/10/2014) pagi. (Foto Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – SMK Muhammadiyah Rembang resmi menjalin kerjasama dengan PT Makita Karya Indonesia selaku mitra resmi Axioo di bidang pendidikan, Selasa (28/10/2014) pagi. Kerjasama ini sebagai upaya penyiapan lulusan SMK yang siap menyongsong pasar bebas.

Nota kesepahaman atau MoU kerjasama ini diteken oleh Kepala SMK Muhammadiyah Rembang Parno dan Direktur PT Makita Karya Indonesia, Timmy Theopelus, di aula sekolah setempat.

Kepala SMK Muhammadiyah Rembang Parno mengungkapkan, ada sembilan poin kesepakatan, di antaranya workshop perakitan PC, notebook, tablet, dan smartphone serta pengadaan komponen (parts) perakitan produk Axioo.

“Juga analisis dan pengembangan kurikulum berbasis industri dan pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin) serta diklat pengembangan kompetensi guru dan siswa,” katanya.

Selain itu, kesepakatan lainnya adalah adanya proses rekrutmen tenaga kerja, uji kompetensi bagi siswa, serta pengadaan produk PC, notebook, tablet, smartphone, dan alat-alat lainnya sebagai penunjang dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kesepakatan lain adalah ada kerjasama dalam pengembangan unit produksi Axioo Sales, Service, dan Training Center sebagai laboratorium produksi dan kewirausahaan bagi sekolah,” tandasnya.

Menurutnya, sebagai awal, pada awal November 2014, beberapa guru akan dikirim untuk mengikuti Training of Trainer (TOT) nasional selama satu minggu yang digelar Axioo, di Bandung.

“Setelah dari TOT, para guru ini diproyeksikan menjadi instruktur dalam bidang IT bagi siswa SMK Muhammadiyah dan bagi guru-guru yang ada di Rembang,” jelasnya.

Dengan Axioo Class Program (ACP) ini, ke depannya siswa akan diupayakan untuk tidak hanya belajar merakit, tetapi juga mereparasi laptop atau piranti lain yang mengalami kerusakan.

“Ke depan, Gerai Axioo juga akan dibuka di SMK yang berbasis keIslaman, sehingga sekolah ini akan melayani purna jual produk Axioo, serta satu hal yang menarik dari delapan poin isi MoU adalah pihak sekolah ditunjuk menjadi tempat pengembangan unit Axioo Point Sales dan Sevis Center,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Noor Effendi menambahkan, kerjasama SMK dengan pihak ketiga, berarti penting. Pasalnya, lulusan SMK dituntut siap di dunia kerja setelah mereka lulus.

“Dengan adanya kerja sama ini, bisa meningkatkan kompetensi baik kelembagaan, guru, maupun siswa. Harapannya lulusan SMK Muhammadiyah mampu bersaing dengan lulusan SMK yang lain, apalagi menyongsong era pasar bebas tahun 2015,” katanya.

Pihak Dinas Pendidikan akan terus memantau sekolah-sekolah yang menjalin kerjasama dengan dunia industri. Sejauh mana pelaksanaannya, terutama bagaimana implementasi dari nota kesepahaman, agar tidak hanya terhenti pada sekadar seremoni.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan