750 Penyandang Cacat Terdaftar Ikuti Pilkada di Rembang

Rabu, 14 Oktober 2015 | 17:46 WIB
Ilustrasi (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 750 orang penyandang cacat atau disabilitas terdaftar sebagai pemilih untuk mengikuti Pilkada 2015 di Kabupaten Rembang.

“Mayoritas merupakan tunadaksa atau penyandang cacat tubuh, sebanyak 219 orang,” ungkap Komisioner Divisi Data Pemilih pada KPU Rembang Nurul Muasiroh.

Selebihnya, kata dia, adalah penyandang tunarungu-wicara 161 orang, lalu tunagrahita 160 orang, tuna netra 113 orang, dan kategori cacat yang lain 97 orang.

“Mereka tersebar paling banyak di Rembang dan Lasem,” katanya kepada mataairradio, Rabu (14/10/2015) pagi.

Nurul menyatakan sudah menghubungi panitia pemilihan di kecamatan (PPK) guna berkoordinasi dengan panti sosial yang menampung para difabel.

“Tujuan koordinasi itu adalah untuk memberi sosialisasi kepada para penyandang disabilitas mengenai Pilkada 9 Desember mendatang,” kata dia.

Terhadap para pemilih yang menyandang disabilitas, pihak KPU Rembang memastikan telah menyiapkan langkah khusus.

“Bagi penyandang tunanetra, kami akan menyediakan template surat suara dengan huruf braille seperti pada pemilu sebelumnya,” bebernya.

Sementara bagi pemilih penyandang tunadaksa dan tunagrahita, Nurul mengatakan akan disediai formulir khusus untuk pendamping pemilih.

“Pendamping ini bisa berasal dari pihak keluarga atau orang terpercaya yang ditunjuk, atau dari petugas di KPPS,” jelasnya.

Adapun bagi pemilih dengan penyandang tunarungu-wicara, KPU berpandangan, mereka itu bisa menggunakan hak suaranya tanpa perlu ada pendampingan atau bisa melakukan pencoblosan sendiri.

“Penyandang cacat yang memenuhi syarat dipastikan terdaftar,” tegasnya.

Mengenai kemungkinan penyandang disabilitas terlewat dari pendataan, Nurul mengklaim kemungkinannya kecil. Sebab, PPDP dan PPS telah melakukan pendataan secara rumah per rumah.

“Jika pun ada yang sampai terlewat, mereka dipastikan akan tercatat di DPTb1,” tandasnya.

Daftar pemilih tambahan (DPTb1) disusun pada 13-20 Oktober oleh tiap PPS. KPU menyarankan kepada masyarakat untuk mengecek nama mereka di daftar pemilih.

“Agar masyarakat mengecek, baik yang sudah dipampang di tiap desa atau melalui website KPU Pusat, dan agar melapor ke PPS jika belum tercantum,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan