KPU Cetak Surat Suara Setelah Penetapan DPTb1

Selasa, 13 Oktober 2015 | 17:02 WIB
Komisioner KPU Rembang Maftuhin. (Foto: rri.co.id)

Komisioner KPU Rembang Maftuhin. (Foto: rri.co.id)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang menyatakan akan mencetak surat suara untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2015 di kabupaten ini, setelah menetapkan daftar pemilih tambahan atau DPTb1.

Komisioner Divisi Perencanaan KPU Rembang Maftukhin mengatakan, jumlah surat suara yang dicetak adalah sebanyak jumlah daftar pemilih tetap dan DPTb1 serta 2,5 persen dari DPT.

“DPT sudah ditetapkan (sebanyak 482.742 pemilih), sedangkan DPTb1 baru ditetapkan sekitar tanggal 20 Oktober ini,” terangnya kepada mataairradio.

Setelah jumlah pemilih di DPT dan DPTb1 diketahui dan ditetapkan, KPU bersama jajaran akan melakukan pemeliharaan DPT dengan mencoret nama pemilih yang sudah tidak lagi memenuhi syarat.

“Misalnya sudah meninggal dunia, pindah domisili, atau alih status jadi anggota TNI/Polri,” ujarnya.

Maftukhin juga mengatakan, pencetakan surat suara Pilkada mesti menanti pula persetujuan atas foto pasangan calon yang akan dipampang di surat suara.

“Nantinya, pihak KPU akan meminta softfile foto yang telah disetujui oleh pihak pasangan calon, untuk diserahkan kepada rekanan,” katanya.

Dalam hal meminta softfile foto pasangan calon, KPU pun akan berpijak pada syarat penerimaan surat keputusan pemberhentian definitif atas pasangan calon yang berlatarbelakang PNS atau anggota DPRD, yaitu Hamzah Fatoni (PNS) serta Ridwan dan Sunarto (Anggota DPRD).

“SK pemberhentian definitif itu mesti diterima oleh KPU maksimal 23 Oktober, sehingga pencetakan surat suara akan dilakukan setelah tanggal tersebut,” tandasnya.

KPU menargetkan, surat suara akan sudah selesai tercetak oleh rekanan pada awal November mendatang.

Mengenai pengadaan surat suara, Maftukhin menambahkan, KPU tidak melakukannya secara lelang, tetapi cukup dengan penunjukan langsung karena nilai barang yang diadakan kurang dari Rp200 juta.

“Selasa (13/10/2015) ini, sekretariat KPU sedang menginventarisasi rekanan,” ungkapnya.

Inventarisasi dilakukan setelah rekanan memasukkan pengenalan dan penawaran. KPU melakukan klarifikasi dan verifikasi rekanan pada masa inventarisasi.

“Rekanan yang sudah masuk antara lain berasal dari Kudus dan Semarang. Kami akan selektif dalam memilih rekanan, terutama terkait kualitasnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan